Pasar IPO Singapura pada 2025 ditandai oleh jumlah pencatatan yang lebih sedikit, namun dengan nilai transaksi yang jauh lebih besar, serta minat kuat dari investor institusional dan internasional.
Rekomendasi yang dibuat oleh equities market review group di bawah Monetary Authority of Singapore (MAS) bertujuan mendorong Singapura menuju periode regulasi yang lebih berbasis pengungkapan, selaras dengan pasar maju lainnya.
Reformasi pro-bisnis dan berbagai langkah yang diusulkan kelompok tersebut — termasuk Equity Market Development Programme senilai S$5 miliar — juga terus memperkuat likuiditas dan kinerja pasar. Upaya ini menambah kedalaman pasar IPO Singapura dan semakin menegaskan posisi SGX sebagai motor pemulihan pasar modal di Asia Tenggara.
Hwee Ling menambahkan, ‘Ke depan, minat investor diperkirakan tetap kuat, didukung oleh pipeline IPO REIT dan Business Trust yang terus bertambah, serta potensi IPO lintas negara — termasuk Perusahaan dari negara Asia Tenggara lain yang mempertimbangkan pencatatan di Singapura.’
Di sisi lain, Vietnam mencatat dua IPO besar di sektor keuangan — Techcom Securities Joint Stock Company dan VP Bank Securities — yang secara kolektif berhasil menghimpun dana sebesar US$1 miliar (Rp 16,67 triliun). Pencapaian ini membuka jalan bagi siklus pertumbuhan baru bagi pasar IPO Vietnam setelah bertahun-tahun mengalami stagnasi sejak 2018.
“Pasar IPO Vietnam tengah memasuki siklus baru dengan deretan rencana penawaran berkualitas tinggi di sektor keuangan, real estat, ritel, pertanian, dan teknologi. Kebangkitan ini didorong oleh pertumbuhan makroekonomi yang solid, serta didukung oleh kebijakan moneter yang akomodatif dan pengelolaan nilai tukar yang fleksibel.
Klasifikasi baru Vietnam sebagai Secondary Emerging Market yang akan berlaku pada September 2026 menjadi tonggak penting yang diperkirakan akan membuka aliran modal asing yang signifikan dan semakin memperkuat optimisme investor,” ujar Trinh Bui, Capital Markets Services Partner, Deloitte Vietnam.
Di pusat transformasi ini terdapat serangkaian reformasi regulasi yang luas untuk memodernisasi pasar modal Vietnam. Pemerintah tengah meningkatkan transparansi, memperbarui infrastruktur, dan menyederhanakan prosedur listing untuk menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan ramah investor.
“Langkah-langkah strategis ini mendorong masuknya arus modal yang lebih kuat sekaligus menempatkan Vietnam sebagai salah satu pasar berkembang paling menarik di Asia bagi investor domestik maupun internasional,” tambah Trinh.
Malaysia dan Indonesia memimpin volume IPO
Malaysia memimpin dari sisi jumlah banyaknya IPO, dengan 48 IPO yang menghimpun US$1,1 miliar atau Rp 18,33 triliun — sebagian besar melalui ACE Market. Meskipun mengalami penurunan di total dana IPO terhimpun, market capitalization IPO, dan jumlah pencatatan IPO, Malaysia tetap on track untuk mencapai target 60 IPO di akhir tahun ini.
Kinerja ini didorong oleh kepercayaan investor yang tetap solid serta pipeline perusahaan yang terus bertambah untuk menghimpun modal melalui bursa saham.
Sektor produk industri dan konsumer tetap memberika performa terbaik, dengan THMY Holdings Berhad dan Oriental Kopi Holdings Berhad mencatat debut yang kuat dan kenaikan harga pada hari pertama sebesar 193,55% dan 98,86%.
Malaysia juga mencatat secondary listing pertama dari UMS Integration Ltd, perusahaan yang sebelumnya telah tercatat di SGX. Selain itu, Cuckoo International (MAL) Berhad — anak perusahaan dari Cuckoo Holdings Co Ltd yang terdaftar di Korea — turut melantai di bursa Malaysia.
TrenBisnis.co, JAKARTA — Rasa masakan rumahan menjadi inspirasi Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated, dalam menghadirkan…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Pameran kendaraan listrik PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 akan menghadirkan lebih…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Permata Bank memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 –5,3 persen pada 2026–2027 di…
TrenBisnis.co, JAKARTA — ARTOTEL Harmoni Jakarta memperkuat posisinya di pasar perhotelan ibu kota melalui peremajaan…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Ketergantungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap platform digital dinilai berpotensi…
TrenBisnis.co, BANJARMASIN — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat akses pembiayaan, kemitraan, dan…