Ekonomi Bisnis

Tiga Produk Zurich Indonesia Ini Moncer Jelang Akhir Tahun

Proyeksi Ekonomi dan Industri Asuransi 2026

Tren pertumbuhan di berbagai lini asuransi tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran berasuransi di berbagai sektor asuransi, seiring dengan cuaca ekstrem dan bencana alam yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pergeseran pola cuaca yang memicu banjir, angin kencang, dan kebakaran hutan semakin menegaskan pentingnya perlindungan terhadap aset pribadi maupun bisnis.

Optimisme terhadap prospek industri asuransi ini turut diperkuat oleh Ekonom dan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty.

“Saya melihat industri asuransi akan memasuki fase pertumbuhan baru pada 2026, seiring membaiknya indikator ekonomi nasional seperti konsumsi rumah tangga, daya beli kelas menengah, serta ekspektasi penurunan suku bunga global.” ujar Telesia.

Lebih lanjut, ia katakan ketika ketidakpastian ekonomi mereda, permintaan terhadap produk proteksi cenderung meningkat karena masyarakat mulai memikirkan kembali mitigasi risiko jangka panjang.

Dengan penetrasi asuransi yang masih dibawah 3% dalam satu dekade terakhir, ruang ekspansi industri masih sangat besar. Momentum pemulihan ekonomi 2026 menjadi titik penting untuk mempercepat pertumbuhan industri asuransi, baik dari sisi inovasi produk maupun perluasan akses.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia, Yulius Bhayangkara, menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat fondasi industri.

“Industri asuransi nasional menunjukkan tren pertumbuhan positif ditengah dinamika ekonomi global. Kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan asosiasi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor ini.” ujar Yulius.

Ke depan, inovasi produk, peningkatan literasi keuangan, dan transformasi digital akan menjadi motor utama dalam memperluas penetrasi asuransi dan memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan serta ketahanan ekonomi nasional.

Zurich Indonesia menyiapkan strategi penguatan yang selaras dengan potensi pasar dan arah pemulihan ekonomi nasional pada tahun 2026 dengan fokus pada peningkatan penetrasi existing product melalui perluasan distribusi dan kemitraan, pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, serta penawaran berbagai inovasi dan transformasi layanan. (*)

Editor : Huda

Page: 1 2

redaksi

Recent Posts

FWD Syariah Kantongi Izin OJK, Siap Lanjutkan Proses Spin-Off

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT FWD Insurance Indonesia Syariah (FWD Syariah) resmi memperoleh izin usaha asuransi…

1 hari ago

Rayakan HUT RI, ARTOTEL Senayan Hadirkan “Hadiah Kemerdekaan” Mulai Rp1,7 Juta

TrenBisnis.co, JAKARTA — Merayakan kemerdekaan tak melulu soal upacara dan kemeriahan lomba 17-an. Momen istimewa…

1 hari ago

GOTO Dihapus dari MSCI, CPIN Turun Kelas, Outflow Bisa Tembus Rp1 Triliun

TrenBisnis.co, JAKARTA — Hasil MSCI August 2026 Index Review menjadi sentimen negatif bagi pasar saham…

1 hari ago

Aston Kemayoran Tawarkan Paket Staycation Kemerdekaan Mulai Rp810.000

TrenBisnis.co, JAKARTA — Aston Kemayoran City Hotel menghadirkan promo Merdeka Stay Deals dalam rangka menyambut…

2 hari ago

EDRR Indonesia 2026 Soroti Penguatan Ketahanan Bencana Lewat Konferensi hingga Business Matching

TrenBisnis.co, JAKARTA – Pameran B2B internasional Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Indonesia 2026 di…

2 hari ago

Bunga PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen Mulai September 2026

TrenBisnis.co, JAKARTA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyatakan bunga pinjaman…

2 hari ago