Ekonomi Bisnis

Rumah123 Dorong KPR Take Over untuk Jinakkan Inflasi dan Bunga Floating

TrenBisnis.co, Jakarta — Momentum Tahun Kuda Api dimanfaatkan Rumah123 untuk mengingatkan pemilik rumah agar lebih agresif mengelola cicilan di tengah tekanan inflasi. Data internal Rumah123 mencatat inflasi tahunan sebesar 2,92% kini melampaui pertumbuhan harga rumah nasional yang hanya 0,7%, menciptakan anomali pasar yang berpotensi menggerus nilai aset.

Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menilai kondisi ini menjadi sinyal bagi pemilik rumah untuk mengevaluasi cicilan berbunga floating yang tinggi. Menurutnya, bunga KPR floating di atas 11% dapat membuat nilai kepemilikan properti tergerus, terutama saat kenaikan harga rumah lebih lambat dari inflasi.

Baca Juga : Synthesis Development Hadirkan Perumahan Bernuansa Resort Mulai Rp 300 Jutaan

“Ketika harga rumah hanya tumbuh 0,7% sementara bunga kredit bisa di atas 11%, itu artinya arus kas rumah tangga tertekan. KPR Take Over menjadi langkah strategis untuk memindahkan pinjaman ke skema bunga fixed yang lebih rendah,” ujar Marisa.

Sementara, VP Marketing Rumah123, Firman Pamungkas, menambahkan bahwa stabilitas suku bunga acuan di level 4,75% membuka peluang refinancing melalui bunga fixed promo di kisaran 4–5%. Dengan strategi tersebut, nasabah berpotensi menghemat cicilan hingga ratusan juta rupiah hingga tenor berakhir.

Baca Juga : Synthesis Development Groundbreaking Cluster Nala dan Resmikan Ikon Kawasan Anandaya Home Resort

Minat properti di kawasan penyangga Jakarta juga menunjukkan dinamika positif. Tangerang mencatat kenaikan pencarian hingga 13,9%, sementara Bekasi menjadi wilayah dengan pertumbuhan harga rumah 2,4%, mendekati laju inflasi.

Untuk mempermudah proses, Rumah123 menyediakan layanan KPR Take Over end-to-end, mulai dari simulasi potensi penghematan, pemilihan bank, hingga pengurusan administrasi.

Rumah123 menegaskan bahwa di tengah tekanan inflasi, optimalisasi pembiayaan menjadi strategi penting agar properti tetap menjadi aset produktif, bukan beban finansial. (*)

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *