Ekonomi Bisnis

Rumah123: Cicilan KPR Belum Tentu Naik Meski BI Rate Tembus 5,25%

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada Mei 2026 belum tentu langsung berdampak pada kenaikan cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Portal properti Rumah123 menilai terdapat jeda transmisi kebijakan moneter ke suku bunga kredit perbankan yang dapat berlangsung hingga enam bulan.

Berdasarkan analisis historis Rumah123 terhadap Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) rata-rata lima bank dengan pertumbuhan KPR terbesar, yakni BCA, BRI, Bank Mandiri, BTN, dan BNI, pergerakan bunga kredit saat ini tidak selalu sejalan dengan arah kebijakan Bank Indonesia.

Rumah123 mencatat fenomena yang disebut sebagai decoupling, yakni ketika BI Rate dan SBDK bergerak berlawanan arah. Pada akhir 2024, misalnya, saat BI mulai memangkas suku bunga acuan secara bertahap, SBDK perbankan justru meningkat dari 8,52% menjadi 9,27%.

VP of Marketing Rumah123 Firman Pamungkas mengatakan kondisi tersebut menunjukkan bahwa bank mempertimbangkan sejumlah faktor lain dalam menentukan bunga kredit, seperti biaya dana, target margin, kondisi likuiditas, hingga tingkat persaingan pasar KPR.

“Ketika suku bunga meningkat, konsumen umumnya tidak langsung membatalkan rencana membeli rumah. Yang lebih sering terjadi adalah mereka memperpanjang fase pertimbangan, melakukan lebih banyak simulasi pembiayaan, dan menjadi lebih selektif dalam menentukan harga rumah yang sesuai dengan kemampuan cicilan mereka,” ujar Firman dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, perubahan bunga lebih tercermin pada perilaku konsumen yang menjadi lebih berhati-hati dibandingkan langsung menekan transaksi secara signifikan.

Trafik Simulasi KPR Turun 30%

Rumah123 menemukan dampak kenaikan bunga lebih cepat terlihat pada tahap awal pencarian informasi. Saat SBDK masih stabil di kisaran 7,3%, trafik halaman simulasi KPR berada pada level tinggi.

Namun, ketika bunga kredit mulai meningkat, rata-rata kunjungan ke laman simulasi KPR Rumah123 sempat turun hingga 30% pada Oktober 2024.

Meski demikian, pasar properti dinilai masih menunjukkan ketahanan yang kuat. Pada 2024, ketika SBDK bergerak naik ke rentang 8,5%-9,8%, permintaan properti di portal Rumah123 justru tumbuh 61,2% secara tahunan.

Data Rumah123 juga menunjukkan bahwa segmen menengah masih menjadi motor utama pasar properti nasional. Pada kuartal I/2026, hunian dengan harga Rp1 miliar hingga Rp3 miliar mendominasi permintaan dengan porsi 35,5% dari total pencarian.

Segmen tersebut diikuti properti dengan harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar sebesar 22,7%, serta hunian di bawah Rp500 juta sebesar 18,1%.

Head of Research Rumah123 Marisa Jaya mengatakan dominasi permintaan pada rentang harga Rp1 miliar hingga Rp3 miliar menunjukkan pasar masih ditopang kebutuhan riil masyarakat.

“Permintaan terbesar saat ini masih berasal dari segmen rumah Rp1-3 miliar yang umumnya merupakan keluarga baru maupun masyarakat urban dengan kebutuhan hunian riil dan profil finansial lebih matang,” katanya.

Dampak Diproyeksikan Terasa Akhir Tahun

Marisa memperkirakan dampak kenaikan BI Rate terhadap penyaluran KPR baru akan terlihat lebih nyata pada akhir 2026 hingga awal 2027.

Menurutnya, berdasarkan pola historis, transmisi kebijakan moneter ke pasar pembiayaan properti membutuhkan waktu sekitar enam bulan sebelum memengaruhi keputusan kredit maupun aktivitas pasar secara lebih luas.

“Kami memproyeksikan bahwa dampak kenaikan BI Rate Mei 2026 terhadap penyaluran KPR perbankan kemungkinan baru akan terasa secara nyata di pasar sekitar kuartal IV/2026 hingga kuartal I/2027,” ujarnya.

Di tengah dinamika suku bunga tersebut, Rumah123 menyatakan akan terus menyediakan berbagai layanan pembiayaan, mulai dari kalkulator KPR, pengajuan KPR ke berbagai bank, hingga fasilitas KPR take over guna membantu masyarakat menyesuaikan kemampuan finansial dalam membeli rumah.

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

Concord Industry Tetap Ekspansif di Tengah Lonjakan Harga Gas dan Pelemahan Rupiah

TrenBisnis.co, KARAWANG — Produsen keramik dan granit PT Concord Industry tetap optimistis menjaga ekspansi bisnis…

2 hari ago

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kreatif Jakarta Melalui Kolaborasi Global

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat pengelolaan…

2 hari ago

Tiga Model Honda Ini Jadi Jawara di Otomotif Award 2026

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali menorehkan prestasi di industri otomotif nasional…

3 hari ago

IKA Unpad Bentuk Forum Ekonomi Hijau, Dorong Kolaborasi Percepat Transisi Ekonomi Berkelanjutan

TrenBisnis.co, JAKARTA — Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menginisiasi pembentukan Forum Ekonomi Hijau (FEH)…

3 hari ago

PUDP Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru 2026–2029, Tebar Dividen Rp1 per Saham

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Pudjiadi Prestige Tbk. (PUDP) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp1 per…

3 hari ago

Industri Wellness Indonesia Tumbuh Pesat, Bali Didorong Jadi Pusat Kesehatan Dunia

TrenBisnis.co, DENPASAR — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Bali menjadi pusat industri…

3 hari ago