Travel

ROSO Yogyakarta, Hadirkan Warisan Kuliner Nusantara Lebih Modern

TrenBisnis.co, YOGYAKARTA – Destinasi kuliner baru hadir di Yogyakarta dengan mengusung kekayaan cita rasa Indonesia dalam kemasan yang elegan.

ROSO Restaurant Yogyakarta resmi membuka pintunya di Grand Hotel De Djokja pada 17 Agustus 2026, sekaligus memperkenalkan konsep gastronomi yang mengangkat warisan kuliner Nusantara melalui pendekatan modern.

Mengusung filosofi “The Finest Expression of Indonesian Taste”, ROSO tidak sekadar menawarkan pengalaman bersantap, tetapi juga membawa cerita mengenai budaya, tradisi, bahan pangan, serta masyarakat yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Indonesia.

Pembukaan ROSO Yogyakarta ditandai dengan Opening Dinner yang mempertemukan tim kuliner ROSO Bali dan ROSO Yogyakarta. Chef Ketut Gede Arya Prima Udayana atau Chef Prima dan Chef Komang Kardana dari ROSO Bali berkolaborasi dengan Chef Kolibin, Head Chef ROSO Yogyakarta.

Kolaborasi tersebut menjadi simbol estafet visi ROSO dari Bali ke Yogyakarta, dengan komitmen yang sama untuk mempertahankan keaslian cita rasa Indonesia sekaligus menghadirkannya melalui teknik, presentasi, dan standar pelayanan modern.

Tujuh Sajian Menjelajah Cita Rasa Nusantara

Dalam Opening Dinner, para tamu diajak menikmati Seven-Courses Journey, rangkaian tujuh hidangan yang dirancang sebagai perjalanan rasa melintasi berbagai daerah di Indonesia.

Perjalanan tersebut dibuka dengan “Tempe dalam Gegurit Rasa”, yang menghadirkan tempe melalui tiga bentuk, yakni Lemper Tempe, Tempe Coin, dan Tempe Cone. Sajian ini mengeksplorasi tekstur dan karakter tempe dengan teknik modern, namun tetap mempertahankan akar budaya bahan pangan tersebut.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Sumatera Utara melalui Naniura. ROSO menggunakan salmon premium yang dipadukan dengan lebih dari 20 jenis rempah Nusantara untuk menghadirkan interpretasi modern dari hidangan khas masyarakat Batak tersebut.

Dari Bali, hadir Lobster Base Genep, perpaduan butter-poached lobster tail dengan bumbu base genep, basil segar, dan daun bawang bakar. Hidangan ini menjadi representasi bagaimana kekayaan rempah Bali dapat diterjemahkan ke dalam pengalaman fine dining.

Sementara itu, Sampi Menyat-Nyat menawarkan karakter rasa Bali yang lebih kuat. US Prime Beef Short Ribs dimasak perlahan hingga lembut, kemudian dipadukan dengan nangka muda, biji-bijian lokal, serta sambal embe.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap Yogyakarta, ROSO juga menghadirkan Manuk Nom, hidangan yang terinspirasi dari tradisi kuliner Keraton Yogyakarta. Sajian ini menjadi penghubung antara warisan gastronomi keraton dan tradisi kuliner yang terus hidup di masyarakat.

Menghubungkan ROSO Bali dan Yogyakarta

Seven-Courses Journey yang diperkenalkan pada malam pembukaan tidak berhenti sebagai sajian khusus Opening Dinner. Rangkaian menu kolaborasi tersebut nantinya dapat dinikmati para tamu sebagai bagian dari pengalaman bersantap di ROSO Yogyakarta.

Kehadiran ROSO Yogyakarta sekaligus memperkuat hubungan dengan ROSO Bali. Keduanya membawa filosofi yang sama dalam mengangkat kuliner Indonesia, namun hadir dengan interpretasi yang dipengaruhi karakter masing-masing destinasi.

Andreas Kahl, General Manager Grand Hotel De Djokja, mengatakan kehadiran ROSO menjadi bagian dari transformasi hotel menuju destinasi heritage luxury di Yogyakarta.

“ROSO adalah perwujudan dari apa yang ingin kami hadirkan di Grand Hotel De Djokja, sebuah pengalaman yang berakar kuat pada budaya Indonesia namun disajikan dengan standar hospitality kelas dunia,” ujar Andreas.

Menurutnya, warisan kuliner Indonesia memiliki kedalaman dan kualitas yang layak ditempatkan sejajar dengan destinasi gastronomi terbaik di dunia.

Sementara itu, Philip Walasary, Director of Food & Beverage sekaligus Executive Chef Grand Hotel De Djokja, menilai penyajian kuliner Indonesia dalam format elegan membutuhkan pemahaman lebih dari sekadar teknik memasak.

“Di ROSO, kami tidak berupaya mengubah identitas kuliner Indonesia. Sebaliknya, kami berusaha menghormati dan mengangkatnya melalui teknik, presentasi, dan pelayanan yang lebih modern,” kata Philip.

Ia menambahkan, setiap hidangan perlu memiliki keterkaitan dengan sejarah dan budaya asalnya, sekaligus mampu menghadirkan kembali rasa yang dekat dengan ingatan dan pengalaman masyarakat Indonesia.

Dengan hadirnya ROSO Yogyakarta, Grand Hotel De Djokja ingin menjadikan kuliner sebagai bagian penting dari pengalaman heritage luxury yang ditawarkan kepada para tamu.

ROSO tidak hanya membawa misi melestarikan kuliner Nusantara, tetapi juga menjadikannya tetap relevan untuk dinikmati generasi masa kini dan diperkenalkan kepada dunia.

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

Penjualan Daihatsu Tembus 84.959 Unit hingga Juli 2026

TrenBisnis.co, JAKARTA — Penjualan ritel PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2026.…

9 jam ago

Colliers Ungkap Pemulihan Pasar Perkantoran Jakarta di Q2 2026

TrenBisnis.co, JAKARTA — Pasar perkantoran Jakarta mulai menunjukkan pemulihan secara bertahap pada kuartal II/2026. Berdasarkan…

1 hari ago

Program GENERASI Trakindo Lahirkan Inovasi Sekolah Ramah Anak

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Trakindo Utama memperkuat komitmennya terhadap pengembangan lingkungan pendidikan yang aman dan…

1 hari ago

Mirae Asset Perkuat Wealth Management untuk Jawab Kebutuhan Investor

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkuat layanan Wealth Management untuk menjawab kebutuhan…

1 hari ago

JAFF Market 2026 Didorong Jadi Hub Monetisasi IP Film dan Bisnis Kreatif

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mendorong JAFF Market 2026 menjadi hub…

2 hari ago

MG Catat 1.088 SPK di GIIAS 2026, MGS5 EV Jadi Model Terlaris

TrenBisnis.co, JAKARTA — MG Motor Indonesia membukukan capaian positif selama ajang GAIKINDO Indonesia International Auto…

3 hari ago