TrenBisnis.co, JAKARTA — Perubahan pola kerja karyawan mendorong perusahaan untuk mengevaluasi kembali kebutuhan ruang kantor. Keputusan terkait relokasi, perpanjangan sewa, renovasi, hingga ekspansi kantor kini tidak lagi hanya didasarkan pada jumlah karyawan dan luas area kerja.
Perusahaan mulai mempertimbangkan bagaimana ruang kantor dapat mendukung berbagai aktivitas, mulai dari pekerjaan individual, kolaborasi, rapat, hingga penerapan sistem kerja fleksibel.
Head of Project Management, Rahmat Daresa Alam, mengatakan perubahan tersebut membuat perusahaan perlu menggunakan pendekatan yang lebih berbasis data dalam menentukan strategi tempat kerja.
“Workplace Strategy berbasis data dapat membantu organisasi menjawab berbagai prioritas tersebut dengan menggabungkan wawasan mengenai kebutuhan karyawan, data okupansi, dan kebutuhan bisnis,” kata Rahmat dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, pendekatan tersebut relevan bagi perusahaan yang tengah mempertimbangkan relokasi, perpanjangan sewa, konsolidasi, renovasi, maupun pertumbuhan jumlah tenaga kerja.
Di Jakarta, perubahan kebutuhan tersebut turut terlihat dari langkah sejumlah penyewa untuk menyesuaikan luas ruang, melakukan relokasi, maupun meningkatkan kualitas kantor.
Dalam kondisi tersebut, perusahaan perlu menilai tingkat pemanfaatan ruang secara aktual, bukan hanya mengacu pada kapasitas maksimal kantor. Data okupansi dapat menjadi salah satu dasar untuk menentukan apakah luas ruang yang dimiliki masih sesuai dengan kebutuhan operasional.
Strategi tempat kerja juga dapat diarahkan pada penyediaan ruang yang lebih fleksibel. Alih-alih menyediakan ruang khusus untuk setiap aktivitas, perusahaan dapat memanfaatkan area multifungsi yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Pendekatan tersebut memungkinkan ruang kantor menyesuaikan perubahan pola kerja sekaligus mengurangi risiko ruang yang tidak termanfaatkan secara optimal.
Selain efisiensi ruang, aspek kesejahteraan karyawan juga menjadi pertimbangan dalam perencanaan tempat kerja. Program dan karakteristik tenaga kerja dapat menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan area kolaborasi, ruang tenang, hingga ruang acara yang fleksibel.
Studi Workplace Strategy umumnya mencakup evaluasi terhadap tujuan bisnis, karakteristik tenaga kerja, pola kerja, serta tingkat pemanfaatan ruang. Hasil evaluasi kemudian diterjemahkan menjadi rekomendasi strategis, panduan desain, kebutuhan perencanaan ruang, dan kerangka implementasi.
Implementasi strategi tersebut juga membutuhkan kesiapan organisasi. Change Management dan keterlibatan karyawan menjadi bagian penting agar perubahan desain maupun pola pemanfaatan ruang dapat diterapkan secara efektif.
Dengan demikian, keputusan mengenai kantor korporasi kini tidak lagi sebatas menjawab kebutuhan luas ruang. Perusahaan juga perlu melihat apakah ruang yang tersedia dimanfaatkan secara efektif, mampu beradaptasi dengan perubahan pola kerja, dan mendukung target organisasi yang dapat diukur.
Pendekatan Workplace Strategy menjadi salah satu kerangka untuk menghubungkan data okupansi, perilaku tenaga kerja, dan kebutuhan operasional dengan perencanaan ruang yang lebih fleksibel dan efisien.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, JAKARTA — Himpunan Humas Hotel (H3) Bogor memanfaatkan olahraga padel sebagai sarana memperkuat hubungan…
TrenBisnis.co, BANDA ACEH — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuka akses rantai pasok…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Mangkuluhur ARTOTEL Suites melibatkan 80 karyawan dalam aksi bersih-bersih lingkungan dalam rangka…
TrenBisnis.co, Jakarta - Ada promo menarik buat traveler yang sedang mencari hotel di kawasan Kemayoran,…
TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Hanwha Life Insurance Indonesia menargetkan pendapatan premi sebesar Rp322,8 miliar pada…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Menciptakan lingkungan kerja yang inklusif tidak selalu harus dilakukan melalui program besar.…