TRAVEL

Natta Hospitality Renovasi Hotel Nueve Malioboro, Sasar Segmen Pasar Generasi Muda

TrenBisnis.co, Yogyakarta — PT Natta Hospitality Management mempercepat transformasi Hotel Nueve Malioboro Yogyakarta sebagai bagian dari strategi ekspansi dan peningkatan kapasitas untuk mendongkrak okupansi.

Renovasi menyeluruh yang tengah berjalan ditargetkan mampu mendorong hotel naik kelas menjadi bintang empat, sekaligus memperkuat daya saing di tengah tekanan okupansi yang belum sesuai target di wilayah Yogyakarta.

Managing Director PT Natta Hospitality Management, Thomas Matantu, mengatakan proyek ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas, tetapi juga repositioning produk untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas, khususnya generasi muda.

Family room Nueve Hotel Malioboro Yogyakarta (Istimewa)

“Dari sisi investasi, ini bukan sekadar renovasi, tetapi rebranding dan upgrading aset. Kami ingin meningkatkan valuasi hotel secara jangka panjang,” ujar Thomas di Nueve Malioboro Yogyakarta pada Kamis (26/3/2026).

Hotel yang berlokasi di kawasan strategis Jalan Mataram tersebut akan ditingkatkan dari 63 kamar menjadi 81 kamar. Penambahan kapasitas dilakukan melalui pembangunan dua tower baru di atas tambahan lahan sekitar 1.000 meter persegi, melengkapi total area hotel yang mencapai sekitar 3.000 meter persegi.

Baca Juga : Libur Lebaran 2026, Okupansi Hotel di Yogyakarta Mengalami Tekanan di Tengah Persaingan Akomodasi

Selain ekspansi fisik, peningkatan juga dilakukan pada kualitas produk. Seluruh kamar akan didesain ulang dengan luas 21–23 meter persegi, terdiri dari tipe deluxe, family room, hingga junior suite. Fasilitas penunjang seperti ruang pertemuan, restoran, dan rooftop turut diperbarui guna meningkatkan potensi revenue per available room (RevPAR).

Dari sisi desain, hotel beralih dari konsep tradisional ke gaya semi-Japanese minimalis yang lebih modern. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dengan tren pasar dan diharapkan mampu meningkatkan daya tarik serta tingkat hunian.

“Konsep baru ini bukan hanya soal tampilan, tetapi pengalaman tamu untuk bisa merasakan hotel dengan konsep modern namun tetap mengangkat budaya lokal. Itu yang saat ini dicari pasar,” kata Thomas.

Total nilai investasi untuk proyek ini diperkirakan mencapai Rp20 miliar hingga Rp25 miliar. Renovasi dilakukan secara bertahap untuk menjaga operasional tetap berjalan, sehingga arus kas tetap terjaga selama masa konstruksi.

Tahap awal pembangunan dimulai sejak Februari 2026, dilanjutkan pengembangan fasilitas utama pada April, termasuk restoran, dapur, ruang acara, dan rooftop. Penyelesaian tahap utama ditargetkan pada November 2026, sementara pembangunan lanjutan tower baru akan berlanjut pada awal 2027.

Tekanan Okupansi Saat Libur Lebaran

Di tengah proses transformasi tersebut, industri perhotelan di Daerah Istimewa Yogyakarta justru menghadapi tantangan berupa penurunan okupansi selama periode libur Lebaran tahun ini.

Sejumlah pelaku industri mencatat tingkat hunian hotel pada Lebaran 2026 tidak setinggi tahun sebelumnya, bahkan cenderung stagnan di beberapa segmen. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan pola perjalanan wisatawan, meningkatnya pilihan akomodasi alternatif, serta kecenderungan durasi liburan yang lebih singkat.

Baca Juga : Transformasi Hospitality Indonesia Hadapi Tekanan dan Peluang Baru

Thomas menilai, penurunan okupansi juga dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Selain itu, persepsi lonjakan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta turut memengaruhi keputusan wisatawan. Kekhawatiran akan kemacetan serta keterbatasan ketersediaan kamar membuat sebagian wisatawan menunda perjalanan.

“Wisatawan juga semakin selektif dalam memilih akomodasi, termasuk beralih ke penginapan nonformal yang dirasa lebih murah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Thomas mengatakan, “sebenarnya penurunan okupansi hotel di Yogyakarta sudah sama-sama dibahas bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta untuk mendorong peran pemerintah melakukan langkah strategis meningkatkan okupansi hotel” ujarnya.

Dorongan Strategi Pariwisata

Menanggapi kondisi tersebut, Natta Hospitality mendorong peran pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata untuk menyiapkan langkah strategis guna menjaga kinerja sektor pariwisata terutama tingkat hunian hotel yang saat ini tidak sesuai target.

Upaya yang dinilai perlu diperkuat antara lain promosi berbasis event, penyelenggaraan atraksi wisata di berbagai wilayah, serta perluasan segmentasi pasar wisatawan domestik.

Selain itu, kampanye wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism) dan kolaborasi antara pelaku industri perhotelan, UMKM, serta pengelola destinasi dinilai penting untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay) dan mendorong belanja wisata.

Fokus Jangka Panjang Natta Hospitality

Director of Operation PT Natta Hospitality Management, Bobi Setia Budi, menambahkan bahwa perusahaan juga melakukan pembaruan identitas merek sebagai bagian dari strategi repositioning.

Logo baru Hotel Nueve Malioboro Yogyakarta tetap mempertahankan elemen angka sembilan sebagai identitas utama, yang merepresentasikan nama “Nueve” sekaligus angka 9 merupakan nomer alamat hotel.

Elemen visual tersebut dikombinasikan dengan warna merah dan emas untuk mencerminkan keberanian, kemewahan, dan keberlanjutan.

Baca Juga : Sistem Hotel Belum Terpadu, Power Pro Dorong Integrasi End-to-End

“Perubahan ini kami siapkan untuk mendukung positioning baru hotel sebagai properti modern yang kompetitif di kelasnya,” ujar Bobi.

Ke depan, Natta Hospitality menargetkan peningkatan kinerja aset melalui kombinasi strategi peningkatan kualitas produk, optimalisasi operasional, serta penguatan merek.

Transformasi Hotel Nueve Malioboro Yogyakarta diharapkan menjadi salah satu pilihan akomodasi modern yang ramah keluarga di Yogyakarta. (*)

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

WOW Brand 2026 Soroti Humanisasi Brand di Era AI, Tekankan Peran Emosi dan Diferensiasi

TrenBisnis.co, JAKARTA — Seminar branding tahunan WOW Brand 2026 kembali digelar dengan mengangkat isu utama…

15 jam ago

Brand Elektronik Catat Lonjakan Penjualan hingga 200% di Tokopedia dan TikTok Shop

TrenBisnis.co, JAKARTA — Sejumlah brand elektronik mencatat pertumbuhan penjualan signifikan hingga 200% selama kampanye Tokopedia…

17 jam ago

ARTOTEL Thamrin Jakarta Hadirkan “Asian Delight!”, BBQ All You Can Eat Rp165 Ribu

TrenBisnis.co, JAKARTA — ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan program kuliner akhir pekan bertajuk “Asian Delight!”, sebuah…

1 hari ago

Novo Nordisk Gandeng OpenAI Percepat Penemuan Obat dengan Teknologi AI

TrenBisnis.co, JAKARTA — Perusahaan farmasi global Novo Nordisk menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI untuk mempercepat…

2 hari ago

Harga Rumah Sekunder Naik 1,6% pada Maret 2026, 11 Kota Jadi Motor Baru Pasar Properti

TrenBisnis.co, JAKARTA — Data laporan Flash Report April 2026 Rumah123 pasar properti sekunder Indonesia menunjukkan…

2 hari ago

Sinergi Warga dan Pemerintah di Kampung Mrican Sleman Jadi Model Pengembangan Ekonomi Kreatif

TrenBisnis.co, YOGYAKARTA — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengapresiasi transformasi Kampung Mrican…

2 hari ago