MORA Group Targetkan 30 Properti dalam Lima Tahun dan Bangun Ekosistem Hospitality Terintegrasi
TrenBisnis.co, Jakarta – MORA Group menegaskan strategi ekspansi agresif namun selektif dengan menargetkan pengembangan minimal 30 properti dalam lima tahun ke depan. Ekspansi tersebut dibarengi penguatan ekosistem bisnis hospitality terintegrasi, mulai dari hotel, teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Founder dan CEO MORA Group Andhy Irawan mengatakan, saat ini perusahaan mengelola enam hotel yang telah beroperasi dan enam proyek dalam tahap pengembangan, sehingga total terdapat 12 proyek properti aktif yang dijalankan secara selektif.
“Fokus kami bukan sekadar menambah jumlah properti, tetapi memastikan kualitas layanan dan sistem bisnis yang berkelanjutan,” ujar Andhy dalam acara (Himpunan Anak Media) HAM x MORA Group bertajuk Seduluran Saklawase di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Pada 2026, MORA Group dijadwalkan meresmikan hotel di Ciwidey, Bandung pada April, disusul Palu, Sulawesi Tengah pada November. Ekspansi selanjutnya akan berlanjut ke Jakarta, Palembang, Balikpapan, dan Pasuruan dengan target penyelesaian bertahap pada periode 2027–2028.
Baca Juga : Ekspansi di Jakarta, MORA Group Resmikan LAMORA PIK Jakarta
Dalam mendukung ekspansi tersebut, MORA Group menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan capital asal Jepang yang berfokus pada investasi hotel bintang lima di Indonesia. Nilai investasi untuk satu proyek hotel bintang lima diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp1 triliun, tergantung lokasi lahan dan biaya konstruksi.
Melalui kolaborasi ini, MORA Group menargetkan pengembangan 500 hingga 700 kamar, dengan fokus utama di Jakarta. Sementara itu, pengembangan di Surabaya dirancang dalam skala lebih kecil, sedangkan Bali difokuskan pada konsep vila.
Baca Juga : Holding UMKM Expo 2025 Dorong UMKM Naik Kelas dan Siap Ekspor
Selain pasar domestik, MORA Group juga menyiapkan ekspansi internasional melalui joint venture di Arab Saudi, khususnya Jeddah dan Mekkah, serta rencana akuisisi properti di Jepang. Perusahaan juga tengah menjajaki peluang investasi di Dubai.
Untuk memperkuat fondasi bisnis, Andhy menjelaskan bahwa MORA Group mengembangkan ekosistem terintegrasi melalui pembentukan holding yang terdiri dari MORA Hospitality, MORA Technology, MORA Commercial, MORA Academy, MORA Capital, dan MORA Construction.
Pada divisi teknologi, perusahaan mengembangkan dashboard operasional terpadu yang memungkinkan pemantauan kinerja bisnis secara real-time, mencakup absensi karyawan, pendapatan, hingga laporan operasional seluruh jaringan properti. Sehingga sistem ini dijual dan bisa digunakan untuk berbagai sektor industri.
Sementara itu, divisi Food & Beverage (F&B) dikembangkan sebagai entitas independen melalui brand kopi dan pastry “Hermier” yang menyasar segmen generasi muda dan ditargetkan berekspansi ke bandara serta kota-kota besar di Indonesia.
“Visi kami bukan menjadi grup terbesar, tetapi menjadi perusahaan yang paling dipercaya oleh para stakeholder. Kepercayaan adalah aset utama dalam membangun bisnis jangka panjang,” tutup Andhy. (*)
Editor : Huda
