Travel

Kuliner Jadi Bahasa Universal di Perayaan Francophonie Week Grand Hotel De Djokja

TrenBisnis.co, YOGYAKARTA – Perayaan Pekan Francophonie kembali hadir sebagai momentum global yang merayakan keberagaman budaya dunia berbahasa Prancis.

Sejak pertama kali digelar pada 1988, agenda ini menjadi simbol kebersamaan bagi lebih dari 321 juta penutur bahasa Prancis di berbagai belahan dunia di bawah naungan Organisation internationale de la Francophonie (OIF).

Di Indonesia, semangat tersebut diwujudkan melalui Francophonie Week yang rutin diinisiasi oleh kedutaan besar negara-negara Francophone di Jakarta.

Tahun ini, pengalaman berbeda dihadirkan di Grand Hotel De Djokja lewat kolaborasi bersama Institut Français d’Indonésie dalam sebuah Exclusive Dinner yang memadukan seni kuliner dan dialog budaya.

Mengusung konsep gastronomi lintas benua, acara ini menyajikan lima hidangan (five-course set menu) yang terinspirasi dari kekayaan rasa tiga negara: Prancis, Madagaskar, dan Mali.

Setiap sajian dirancang tidak sekadar sebagai pengalaman rasa, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya yang dikemas secara modern dan elegan.

Menariknya, proses kurasi menu melibatkan mahasiswa internasional berbahasa Prancis yang berdomisili di Yogyakarta.

Mereka berbagi resep tradisional favorit yang kemudian diolah ulang oleh tim kuliner hotel menjadi hidangan refined tanpa meninggalkan karakter autentiknya.

Pendekatan ini menegaskan bahwa kuliner adalah bahasa universal yang mampu menjembatani perbedaan budaya.

Partisipasi Grand Hotel De Djokja dalam Francophonie Week menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi hospitality berbasis heritage di Yogyakarta.

Tidak hanya menghadirkan pengalaman menginap, hotel ini juga terus mengembangkan diri sebagai ruang pertemuan budaya global melalui event eksklusif yang intimate dan berkelas.

Sebagai informasi, komunitas Francophonie mencakup puluhan negara di Eropa, Afrika, hingga Amerika Utara, termasuk Belgia, Swiss, Kanada, hingga sejumlah negara Afrika seperti Senegal, Pantai Gading, dan Republik Demokratik Kongo.

Selain itu, terdapat pula wilayah francophile seperti Maroko, Lebanon, dan Vietnam yang memiliki kedekatan historis dan budaya dengan bahasa Prancis.

Melalui inisiatif seperti ini, Francophonie Week tidak hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga sarana memperluas pemahaman lintas budaya—membawa perjalanan rasa dari Prancis hingga Afrika langsung ke jantung Yogyakarta.

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

MGM Rayakan HUT Ke-23, Horison Hotels Perkuat Transformasi Digital dan Ekspansi Bisnis F&B

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Metropolitan Golden Management (MGM) melalui jaringan Horison Hotels Group merayakan hari…

7 menit ago

PEVS 2026 Digelar Oktober, PERIKLINDO Bidik Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik

TrenBisnis.co, JAKARTA — Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) bersama Dyandra Promosindo kembali menggelar PERIKLINDO…

16 jam ago

Wamen UMKM Luncurkan ACCES 2026, Targetkan Penyaluran Pembiayaan Rp70 Miliar

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali meluncurkan program Accelerating Capital…

16 jam ago

Kia Carens Tempuh 2.000 Km dalam 2 Bulan, Pengguna Puji Kenyamanan dan Fitur ADAS

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Kia Sales Indonesia mengungkap pengalaman pengguna The all-new Carens yang telah…

21 jam ago

New Balance Sulap ARTOTEL Casa Hangtuah Jadi Grey House dalam Program Grey Days 2026

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) selaku pemegang merek New Balance di…

1 hari ago

Wujudkan Ekosistem Layanan UMKM Terpadu, Aplikasi SAPA UMKM Diluncurkan

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian PPN/Bappenas resmi melakukan…

1 hari ago