TrenBisnis.co, SURABAYA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong percepatan graduasi ekonomi masyarakat rentan melalui Program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (LAKSMI) 2026.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha, pendapatan keluarga, serta kemandirian ekonomi pengusaha mikro, khususnya perempuan dan kelompok rentan. Pemerintah menargetkan penerima program pemberdayaan sosial ekonomi yang terhubung dengan program kewirausahaan dapat diperluas dari sekitar 14.000 menjadi hingga 150.000 penerima.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan pemerintah ingin masyarakat yang sebelumnya berada pada kelompok desil 1–4 memiliki jalur untuk meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan usaha produktif.
“Kita tidak ingin memelihara atau membuat saudara-saudara kita selalu berada pada posisi tangannya di bawah. Karena itu, mereka kita dorong untuk mulai berusaha, menghasilkan pendapatan secara mandiri, dan naik level melalui program-program pemberdayaan yang ada di Kementerian UMKM,” ujar Maman saat peluncuran LAKSMI 2026 bertajuk “UMKM Tumbuh, Kuat, dan Berdaya” di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Rabu (23/9/2026).
Maman menjelaskan, Kementerian UMKM berkolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menghubungkan penerima program pemberdayaan sosial ekonomi dengan ekosistem kewirausahaan.
Saat ini, sekitar 14.000 penerima program pemberdayaan sosial ekonomi dinilai siap mengikuti proses pengembangan usaha. Jumlah tersebut berpotensi meningkat hingga sekitar 150.000 penerima.
Peserta akan memperoleh pembinaan mulai dari pelatihan hingga pendampingan usaha. Setelah memiliki kapasitas dan kesiapan usaha, peserta akan diarahkan untuk memperoleh akses pembiayaan dan kemitraan, antara lain melalui Permodalan Nasional Madani (PNM).
“Kita bina dulu, diberdayakan, diberikan pelatihan dan pendampingan. Setelah itu bisa dikolaborasikan dengan PNM dan lembaga-lembaga kemitraan lainnya. Tujuannya agar mereka berdaya, tumbuh, naik level, dan mandiri,” katanya.
Menurut Maman, pendekatan tersebut diperlukan agar program pemberdayaan pemerintah tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Intervensi diarahkan menghasilkan peningkatan kapasitas dan perkembangan usaha yang dapat berdampak pada pendapatan keluarga.
LAKSMI juga memberikan perhatian khusus kepada perempuan pengusaha mikro. Maman menyebut sekitar 64,5% UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan.
Menurutnya, tingginya partisipasi perempuan dalam UMKM menunjukkan peran usaha mikro dalam menopang pendapatan keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi di tingkat lokal.
“Kalau kita lihat dari statistik, UMKM di Indonesia memang lebih banyak didominasi perempuan. Salah satunya karena usaha yang dijalankan ibu-ibu menjadi penopang tambahan pendapatan keluarga. Karena itu, LAKSMI memang banyak ditujukan untuk ibu-ibu dan perempuan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian UMKM menggandeng PNM yang memiliki pengalaman dalam pemberdayaan perempuan melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat kesinambungan pendampingan sekaligus membuka akses pembiayaan bagi peserta yang telah siap mengembangkan usaha.
LAKSMI dirancang sebagai ekosistem pemberdayaan usaha mikro dari hulu hingga hilir. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas kewirausahaan, penguatan legalitas dan sertifikasi, digitalisasi, akses pembiayaan dan pasar, temu mitra, serta perluasan jejaring bisnis.
Maman menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari perkembangan kualitas produk dan usaha.
“Kita tidak hanya menitikberatkan pada kuantitas atau jumlah yang masuk, tetapi juga kualitas produk yang dihasilkan. Produk usaha mikro kita harus semakin berkualitas, baik makanan, pakaian, maupun produk lainnya, sehingga benar-benar mampu berkembang dan bersaing,” katanya.
Program LAKSMI 2026 diikuti oleh 1.700 perempuan pengusaha mikro secara luring dan daring. Peluncuran program tersebut menjadi awal pendampingan berkelanjutan bagi peserta untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian UMKM menggandeng sejumlah pihak, antara lain Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PNM, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Mercy Corps, GoTo, dan DBS Foundation.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Mira Riyati Kurniasih mengatakan kolaborasi dengan Kementerian UMKM melalui LAKSMI menjadi bagian dari upaya membangun rantai pemberdayaan bagi keluarga penerima manfaat.
Kemensos, kata Mira, berperan memperkuat keberdayaan keluarga melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi. Selanjutnya, Kementerian UMKM memperkuat kapasitas kewirausahaan dan ekosistem pengembangan usaha.
“Yang kita bangun adalah rantai pemberdayaan, mulai dari penguatan keluarga, menghubungkan keluarga yang sudah siap dengan peluang pengembangan usaha, hingga mengakselerasi kapasitas usahanya agar mereka naik kelas dan mencapai graduasi kesejahteraan,” ujar Mira.
Mira mengatakan Kemensos telah mendorong data sekitar 14.000 keluarga penerima manfaat untuk dihubungkan dengan program pemberdayaan kewirausahaan Kementerian UMKM. Cakupan tersebut akan diperluas agar semakin banyak keluarga memiliki akses terhadap pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
Adapun target akhir LAKSMI bukan hanya peningkatan omzet usaha, tetapi juga peningkatan pendapatan keluarga, penciptaan lapangan kerja, serta pengurangan ketergantungan terhadap bantuan sosial.
“Target akhirnya bukan hanya meningkatkan omzet usaha, tetapi meningkatkan pendapatan keluarga, membuka lapangan kerja baru, mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial, dan secara bertahap keluar dari kelompok masyarakat rentan menuju keluarga yang mandiri dan sejahtera,” pungkas Maman.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, JAKARTA — Senior Living Care menghadirkan program Golden Stay dengan menyasar masyarakat yang membutuhkan…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate di level 5,75% memberikan sentimen positif…
TrenBisnis.co, JAKARTA — MG Motor Indonesia memperluas pasar kendaraan elektrifikasi ke Jawa Timur dengan menghadirkan…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Perubahan pola kerja karyawan mendorong perusahaan untuk mengevaluasi kembali kebutuhan ruang kantor.…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Himpunan Humas Hotel (H3) Bogor memanfaatkan olahraga padel sebagai sarana memperkuat hubungan…
TrenBisnis.co, BANDA ACEH — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) membuka akses rantai pasok…