Kementerian Ekraf Gandeng KAI, Promosi Film “Pelangi di Mars” Lewat Livery Kereta Saat Lebaran
TrenBisnis.co, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat strategi promosi lintas sektor dengan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Mahakarya Pictures melalui peluncuran livery kereta tematik serta instalasi kreatif di stasiun, bertepatan dengan momentum mudik Lebaran 2026.
Kolaborasi ini memanfaatkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Idulfitri untuk memperluas eksposur film nasional Pelangi di Mars, sekaligus mendorong pemanfaatan ruang publik sebagai medium distribusi promosi industri kreatif.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekraf Irene Umar mengatakan sinergi ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem promosi yang lebih terintegrasi antara sektor transportasi dan ekonomi kreatif.
“Transportasi publik seperti kereta api memiliki daya jangkau besar dan interaksi langsung dengan masyarakat. Ini menjadi kanal strategis untuk memperkenalkan karya kreatif nasional secara masif, khususnya film keluarga,” ujar Irene dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
Baca Juga : Berikut Langkah Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menuju Indonesia Emas
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut juga mencerminkan semakin berkembangnya potensi intellectual property (IP) lokal sebagai aset ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan secara komersial dan berkelanjutan.
Dari sisi implementasi, instalasi visual bertema Pelangi di Mars dihadirkan di Stasiun Gambir dengan elemen artistik yang mengadaptasi karakter dan dunia dalam film. Aktivasi ini dirancang tidak hanya sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai pengalaman interaktif bagi penumpang, termasuk ruang berfoto.
Sementara itu, livery tematik diaplikasikan pada rangkaian KA Argo Dwipangga dengan desain visual berwarna cerah yang menampilkan karakter utama film. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan pengalaman perjalanan sekaligus memperkuat brand recall terhadap konten lokal.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyebutkan kolaborasi ini menjadi bagian dari transformasi layanan perusahaan yang tidak hanya berfokus pada transportasi, tetapi juga pengalaman pelanggan.
Baca Juga : Menteri Ekraf Gandeng HIPPI Perkuat Komersialisasi Produk Kreatif Nasional
“Kereta api kini tidak sekadar moda transportasi, tetapi juga platform pengalaman. Kolaborasi ini memberi nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendukung promosi karya anak bangsa,” ujarnya.
Sementara, Produser Pelangi di Mars Dendi Reynando menilai dukungan lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas jangkauan film nasional, terutama untuk segmen film anak yang masih terbatas di pasar domestik.
“Eksposur melalui ruang publik seperti kereta api membuka peluang baru dalam distribusi promosi film, sekaligus memperkuat posisi IP lokal di tengah persaingan konten global,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Ekraf dan KAI telah menjalin kerja sama serupa melalui berbagai aktivasi IP lokal sejak 2025, termasuk pada periode Ramadan, libur sekolah, hingga Natal dan Tahun Baru. Keberlanjutan kolaborasi ini menunjukkan potensi integrasi antara sektor transportasi dan ekonomi kreatif dalam menciptakan nilai tambah ekonomi.
Adapun film Pelangi di Mars dijadwalkan tayang di bioskop nasional mulai 18 Maret 2026, memanfaatkan momentum libur Lebaran sebagai pendorong utama peningkatan jumlah penonton. (*)
Editor : Huda
