TrenBisnis.co, JAKARTA — Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Dyandra Promosindo kembali menggelar The 25th International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2026) pada 28–30 Agustus 2026 di Hall 7, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City.
Memasuki penyelenggaraan ke-25, IFRA 2026 mengusung tema “Empowering the Growth of Ethical Franchising” dengan fokus mendorong standardisasi bisnis kemitraan yang aman, legal, transparan, dan berkelanjutan.
Penyelenggaraan tahun ini menjadi relevan di tengah semakin beragamnya model kemitraan yang ditawarkan kepada masyarakat, mulai dari distribusi, lisensi hingga business opportunity.
Berbeda dengan bentuk kemitraan lainnya, bisnis waralaba memiliki ketentuan legal yang lebih ketat, salah satunya kewajiban memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan hingga April 2026 telah diterbitkan 165 STPW untuk pemberi waralaba dalam negeri dan 162 STPW untuk pemberi waralaba luar negeri. Angka tersebut menunjukkan semakin pentingnya aspek legalitas dalam membangun kepercayaan di industri waralaba.
Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan, Franciska Simanjuntak, mengatakan sektor kewirausahaan dan kemitraan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami dari Kementerian Perdagangan menyambut baik penyelenggaraan IFRA 2026 sebagai upaya mendorong pertumbuhan kewirausahaan nasional, yang rasionya saat ini baru 3,29 persen dan masih tertinggal dari negara tetangga,” ujar Franciska.
Menurutnya, sistem waralaba dapat menjadi salah satu jalur strategis karena menawarkan model bisnis yang siap pakai dan terstandardisasi. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan waralaba lokal hingga 7 persen tahun ini.
Bisnis Waralaba Perlu Sistem yang Kuat
Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, menilai kekuatan sistem dan keunikan bisnis menjadi faktor penting dalam pengembangan waralaba, terutama di sektor makanan dan minuman.
Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang sangat besar dan masih terbuka untuk dikembangkan menjadi bisnis waralaba yang terstandardisasi.
“Waralaba itu sebetulnya konsep pemasaran sekaligus strategi perluasan usaha, di mana harus ada business format dan sistem yang jelas di dalamnya,” kata Anang.
Menurut dia, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk yang menarik. Bisnis kemitraan membutuhkan keunggulan yang jelas serta sistem yang kuat agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan tidak mudah ditiru.
Potensi sektor F&B juga dinilai besar karena kontribusinya terhadap perekonomian di berbagai negara berada di kisaran 50%–55%. Karena itu, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan kekayaan kulinernya menjadi bisnis berskala lebih luas.
IFRA 2026 Targetkan 250 Merek
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan IFRA 2026 disiapkan dengan skala lebih besar untuk mempertemukan pemilik merek, pelaku usaha, calon mitra, hingga investor.
“Dengan skala tersebut, kami berharap IFRA dapat menjadi ruang temu yang strategis bagi pelaku usaha, pemilik brand, dan calon mitra untuk saling mengenal model bisnis masing-masing, sebelum memutuskan untuk menjalin kerja sama,” ujar Daswar.
IFRA 2026 menargetkan kehadiran 250 merek dari 175 perusahaan dengan proyeksi 30.000 pengunjung secara hybrid. Sektor yang ditawarkan juga beragam, mulai dari makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan hingga berbagai peluang usaha lainnya.
Selain pameran, pengunjung dapat mengikuti sejumlah program, seperti Business Talkshow, IFRA Women’s Talk, Celebpreneur Talkshow, Retirees Seminar, serta IFRApreneur Business Concept Competition (IFBCC).
IFBCC Masuki Penyelenggaraan ke-10
IFRA 2026 juga menjadi panggung bagi calon entrepreneur melalui The 10th IFRApreneur Business Concept Competition (IFBCC). Kompetisi business plan bagi mahasiswa tersebut telah melalui tahapan kurasi, penjurian, dan coaching clinic sejak April 2026.
Dari proses tersebut, terpilih 12 tim terbaik dan tiga tim yang melaju ke babak final, yakni BANASENTRA dari Universitas Komputama Cilacap, KIDDIENARIES dari BINUS University, serta OKANE dari Institut Teknologi Bandung.
Ketiga finalis akan mempresentasikan ide bisnis mereka dalam sesi final pitch di IFRA 2026. Pemenang kemudian diumumkan dalam rangkaian IFRA Awards & Business Night pada 30 Agustus 2026.
Bagi masyarakat yang ingin mencari peluang usaha, tiket IFRA 2026 dibanderol Rp60.000 melalui situs resmi IFRA maupun dibeli langsung di lokasi selama pameran berlangsung. Khusus pembelian tiket secara online hingga 27 Agustus 2026, pengunjung dapat memanfaatkan promo buy 1 get 1.
Editor : Huda

















