TrenBisnis.co, Jakarta — Kehadiran Kereta Cepat Jakarta–Bandung telah mengubah pola perjalanan masyarakat dengan menghadirkan moda transportasi yang lebih cepat, senyap, dan efisien. Namun, bagi banyak penumpang, perjalanan belum sepenuhnya berakhir saat tiba di stasiun.
Tantangan mobilitas perkotaan masih kerap ditemui pada tahap akhir perjalanan, mulai dari kemacetan, kebisingan, hingga paparan emisi kendaraan bermotor.

Studi juga menunjukkan bahwa transportasi jalan raya bertanggung jawab atas sekitar 67% polusi PM2.5 dan 84% emisi black carbon di Jakarta. Dua jenis polutan ini erat kaitannya dengan aktivitas kendaraan bermotor di kawasan padat, termasuk area stasiun, pusat bisnis, dan simpul transportasi utama.
Menjawab tantangan tersebut, mobilitas listrik mulai memainkan peran nyata di Stasiun KCIC Halim, terminal Jakarta untuk Kereta Cepat Indonesia–China (Whoosh).
Baca Juga : Perkuat Ekosistem EV Nasional, VinFast Sabet Kumparan Awards 2025
Mulai 18 Desember 2025, Green SM resmi beroperasi di stasiun ini dengan menghadirkan layanan taksi listrik penuh bagi penumpang. Layanan ini tersedia di area penjemputan khusus di dalam kawasan stasiun, memungkinkan transisi perjalanan yang lebih praktis dan terintegrasi.
Kehadiran taksi listrik di Stasiun Whoosh Halim sejalan dengan karakter kereta cepat yang sepenuhnya bertenaga listrik. Jika elektrifikasi kereta mampu menekan emisi secara signifikan dalam perjalanan antarkota, maka integrasi mobilitas listrik pada tahap lanjutan memungkinkan pengalaman perjalanan rendah emisi dirasakan secara lebih menyeluruh—dari awal hingga akhir.
Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung mobilitas yang mengutamakan efisiensi waktu, kenyamanan, dan tanggung jawab lingkungan.
Baca Juga : Beckham Putra dan VinFast VF 6: Mobil Listrik Ramah Lingkungan Selaras dengan Gaya Atlet Muda
Menurutnya, pengalaman penumpang setelah turun dari kereta menjadi bagian penting dari keseluruhan perjalanan. Melalui kolaborasi dengan Stasiun Whoosh Halim, Green SM berupaya menghadirkan perjalanan yang lebih mulus dan nyaman, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen libur akhir tahun.
Sementara itu, General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan bahwa KCIC terus menunjukkan komitmennya terhadap transportasi hijau dan energi terbarukan.
Kolaborasi dengan Green SM dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas first-mile dan last-mile yang berkelanjutan, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang konsisten dan ramah lingkungan bagi penumpang.
Seluruh armada Green SM menggunakan 100% mobil listrik VinFast yang menghasilkan nol emisi knalpot dan tingkat kebisingan lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Didukung pengelolaan armada dan mitra pengemudi yang profesional, layanan ini menawarkan perjalanan yang lebih tenang, bersih, dan dapat diprediksi.
Sistem tarif transparan melalui aplikasi juga memberikan kepastian bagi pengguna.
Sebagai bagian dari peluncuran layanan di Stasiun Whoosh Halim, Green SM menghadirkan promo diskon 15% hingga Rp50.000 untuk perjalanan menuju dan dari stasiun.
Pengguna baru juga dapat menikmati total potongan hingga Rp150.000 melalui program promo awal, sebagai dorongan untuk beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Integrasi kereta cepat dan mobilitas listrik menjadi langkah nyata menuju sistem transportasi perkotaan yang lebih efisien, nyaman, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. (*)
Editor : Huda

















Komentar