Grand Hotel De Djokja Resmi Dibuka Kembali, Usung Konsep Heritage di Jantung Malioboro

TrenBisnis.co, Yogyakarta — Hotel legendaris Grand Hotel De Djokja resmi dibuka kembali pada 16 Maret 2026 setelah menjalani revitalisasi menyeluruh. Hotel yang berada di kawasan Jalan Malioboro ini sebelumnya dikenal sebagai Grand Inna Malioboro.

Pengembalian nama Grand Hotel De Djokja menjadi bagian dari strategi untuk menghidupkan kembali identitas historis sekaligus memperkuat posisinya sebagai ikon heritage hospitality di Yogyakarta.

Revitalisasi hotel ini berada di bawah pengelolaan InJourney Hospitality, bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), yang berfokus pada pengembangan aset pariwisata nasional berbasis warisan budaya.

Didirikan pada 1911, Grand Hotel De Djokja merupakan salah satu hotel tertua di kawasan Malioboro dan memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia. Pada periode 1945–1946, saat Yogyakarta menjadi ibu kota negara, hotel ini pernah digunakan sebagai markas Tentara Keamanan Rakyat di bawah kepemimpinan Sudirman.

Baca Juga : Transformasi InJourney Airports, Dua Bandara Indonesia Masuk Bandara Terbaik Dunia

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, mengatakan pembukaan kembali hotel ini tidak hanya sekadar reaktivasi aset, tetapi juga bagian dari strategi besar dalam mengangkat kekuatan heritage Indonesia di sektor pariwisata.

“Kembalinya Grand Hotel De Djokja merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali identitas heritage Indonesia dengan memadukan nilai sejarah autentik dan standar hospitality modern,” ujarnya.

Hotel bintang lima ini kini menawarkan 210 kamar dan suite, 18 ruang pertemuan, dua ballroom, serta berbagai fasilitas seperti restoran all-day dining, lounge, pusat kebugaran, hingga kids club.

General Manager Grand Hotel De Djokja, Andreas Kahl, menyebut pembukaan kembali ini menjadi tonggak awal perjalanan baru hotel tersebut.

“Kami ingin menjadikan Grand Hotel De Djokja sebagai salah satu hotel terbaik di Yogyakarta, sekaligus menghadirkan pengalaman yang menggabungkan sejarah dan kemewahan modern,” ujarnya.

Baca Juga : InJourney Transformasi Borobudur Jadi Pusat Pariwisata Spiritual dan Budaya

Pada masa soft opening, hotel menawarkan tarif spesial sebesar Rp1,911 juta per malam, termasuk sarapan untuk dua orang. Angka tersebut merepresentasikan tahun berdirinya hotel, yakni 1911.

Pembukaan kembali ini juga bertepatan dengan momentum libur Lebaran 2026, sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. (*)

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

Honda Super-ONE Diserbu Konsumen, Booking 132 Unit dalam Sehari

TrenBisnis.co, TANGERANG – PT Honda Prospect Motor (HPM) mencatat respons positif terhadap mobil listrik kompak…

10 jam ago

Daihatsu Hadirkan New Sigra 1.2R di GIIAS 2026, Segini Harganya

TrenBisnis.co, TANGERANG, BANTEN — PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menghadirkan New Astra Daihatsu Sigra pada…

14 jam ago

Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri

TrenBisnis.co, CIKARANG — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong Asosiasi Pengusaha…

14 jam ago

Daihatsu Pamerkan Ayla Modern Vintage dan Gran Max Urban Retro di GIIAS 2026

TrenBisnis.co, TANGERANG — PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memanfaatkan ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show…

22 jam ago

BMHS Perkuat Peran Keluarga dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Bundamedik Tbk (BMHS) memperkuat komitmennya dalam mendukung kesehatan holistik ibu dan…

1 hari ago

EDRR Indonesia 2026 Hadirkan Teknologi Terkini untuk Kebakaran

TrenBisnis.co, JAKARTA – Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2026 kembali digelar dengan…

2 hari ago