Ekonomi Bisnis

AstraZeneca Dorong Deteksi Dini Lupus untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien

TrenBisnis.co, JAKARTA — Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau lupus. Dengan estimasi sekitar 1,4 juta pasien dan tingkat mortalitas mencapai 8,1 persen, penyakit autoimun kronis ini menjadi salah satu dengan angka kematian tertinggi secara global.

Dalam momentum Hari Lupus Sedunia, AstraZeneca Indonesia meluncurkan inisiatif edukasi bertajuk From Burden to Living Well untuk mendorong peningkatan kesadaran masyarakat, percepatan diagnosis, serta penguatan akses terhadap penanganan lupus yang lebih tepat.

Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay mengatakan peningkatan pemahaman masyarakat menjadi langkah penting agar gejala lupus dapat dikenali lebih awal sehingga pasien memperoleh penanganan yang sesuai.

“Melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan, kami berharap dapat mendukung pemahaman penyakit yang lebih baik, diagnosis yang lebih dini, serta penanganan yang lebih tepat, sehingga semakin banyak penyandang SLE di Indonesia dapat mencapai kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

SLE merupakan penyakit autoimun kronis yang dapat menyerang berbagai organ tubuh, mulai dari kulit, sendi, ginjal hingga sistem saraf pusat. Penyakit ini terjadi ketika sistem imun kehilangan kemampuan membedakan jaringan sehat sehingga menyerang tubuh sendiri dan memicu peradangan kronis.

Kondisi tersebut membuat lupus memiliki gejala yang sangat beragam dan kerap menyerupai penyakit lain. Akibatnya, banyak pasien baru terdiagnosis setelah mengalami kerusakan organ.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR menjelaskan lupus sering disebut sebagai “penyakit seribu wajah” karena manifestasi klinisnya tidak spesifik.

“Pasien dapat mengalami kelelahan ekstrem, nyeri sendi, ruam kulit, hingga keterlibatan organ seperti ginjal dan sistem saraf. Gejala tersebut dapat muncul secara bertahap maupun tiba-tiba, sehingga sering kali membuat proses diagnosis menjadi lebih panjang,” katanya.

Secara global, data epidemiologi selama 30 tahun terakhir menunjukkan insidensi lupus mencapai sekitar 5,14 kasus per 100.000 orang per tahun, dengan sekitar 400.000 kasus baru setiap tahunnya. Di Indonesia, angka insidensi diperkirakan mencapai 7,4 kasus per 100.000 orang per tahun.

Indonesia juga tercatat menempati peringkat keempat dunia dalam jumlah perempuan usia produktif 15—45 tahun yang hidup dengan lupus. Kondisi ini menjadikan lupus bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak terhadap aspek sosial dan ekonomi karena memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup pasien.

Menurut Sandra, salah satu mekanisme penting yang berperan dalam inflamasi lupus adalah jalur Interferon Tipe I yang membuat tubuh terus berada dalam kondisi menyerang dirinya sendiri. Bila tidak ditangani secara tepat, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ permanen.

“Perjalanan penyakit SLE bersifat fluktuatif, dengan periode flare dan terkontrol. Karena itu pasien membutuhkan pemantauan serta penanganan jangka panjang,” ujarnya.

Data juga menunjukkan dampak lupus terhadap produktivitas pasien cukup besar. Sekitar 82 persen pasien mengalami penurunan produktivitas akibat kelelahan, 43,9 persen mengalami ketidakhadiran di sekolah atau tempat kerja, sementara 32,5 persen terpaksa berhenti bekerja sepenuhnya.

Selain itu, hampir separuh pasien menghadapi tekanan psikologis akibat perjalanan penyakit yang panjang.

Melalui kampanye tersebut, AstraZeneca Indonesia juga mendorong pemanfaatan terapi yang lebih terarah, termasuk penggunaan Anifrolumab, untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien lupus di Indonesia.

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

Sabun Krim EKONOMI Berangkatkan 11 Pemenang Umrah

TrenBisnis.co, Jakarta - Mimpi beribadah ke Tanah Suci menjadi kenyataan bagi 11 orang pemenang program…

7 jam ago

Hari Dokter Nasional, Halodoc Apresiasi Dokter dengan Rekor 100 Ribu Konsultasi

TrenBisnis.co, JAKARTA – Halodoc mengapresiasi mitra dokter yang telah melayani lebih dari 100.000 konsultasi melalui…

7 jam ago

Paviliun Raden Saleh Hadirkan Menu Nostalgia Lewat Program A Taste of Home

TrenBisnis.co, JAKARTA — Rasa masakan rumahan menjadi inspirasi Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated, dalam menghadirkan…

11 jam ago

PEVS 2026 Hadirkan Lebih dari 38 Merek, Perluas Ekosistem Kendaraan Listrik

TrenBisnis.co, JAKARTA — Pameran kendaraan listrik PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 akan menghadirkan lebih…

11 jam ago

Wealth Wisdom 2026: Permata Bank Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 –5,3 Persen

TrenBisnis.co, JAKARTA — Permata Bank memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 –5,3 persen pada 2026–2027 di…

12 jam ago

ARTOTEL Harmoni Jakarta Perbarui Konsep Hotel, Padukan Seni Kontemporer dan Budaya Tionghoa

TrenBisnis.co, JAKARTA — ARTOTEL Harmoni Jakarta memperkuat posisinya di pasar perhotelan ibu kota melalui peremajaan…

1 hari ago