TRAVEL

KAI Daop 7 Madiun Minta Maaf atas Keterlambatan KA, Keberangkatan Tetap Normal

TrenBisnis.co, Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan sejumlah kereta api jarak jauh (KAJJ) yang datang dari arah Jakarta.

Gangguan perjalanan tersebut dipicu oleh anjloknya KA 161 Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen pada Senin (6/4/2026) di wilayah Bumiayu, Daop 5 Purwokerto. Dampaknya, sejumlah perjalanan KA yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun mengalami keterlambatan cukup signifikan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pihaknya memahami ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan memastikan kejadian ini menjadi perhatian serius perusahaan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan sejumlah perjalanan KA yang berdampak kepada pelanggan. KAI berkomitmen meningkatkan keandalan operasional serta memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga : KAI Daop 7 Madiun Perkuat Edukasi Keselamatan di Perlintasan Usai Angkutan Lebaran 2026

Meski terjadi gangguan pada perjalanan dari arah Jakarta, KAI memastikan operasional keberangkatan kereta api dari wilayah Daop 7 Madiun tetap berjalan normal dan sesuai jadwal.

Adapun sejumlah KA yang mengalami keterlambatan antara lain KA Gayabaru, Bangunkarta, Brantas, Brawijaya, Bima, Majapahit, Jayakarta, dan Gajayana dengan keterlambatan bervariasi hingga ratusan menit.

Sementara itu, lima KA keberangkatan dari wilayah Daop 7 seperti Madiun Jaya, Bangunkarta, Brantas, Singasari, dan Kahuripan dipastikan tetap beroperasi tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Baca Juga : KAI Berikan Kompensasi ke Penumpang Imbas Anjloknya KA Purwojaya

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI juga memberikan kompensasi berupa service recovery bagi penumpang yang terdampak, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran pelanggan. Keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu tetap menjadi prioritas utama dalam operasional perjalanan kereta api,” pungkas Tohari. (*)

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *