Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
DestinasiTravel

Bali Naik ke Posisi Ketiga Destinasi Asia Paling Sering Dikunjungi Ulang

×

Bali Naik ke Posisi Ketiga Destinasi Asia Paling Sering Dikunjungi Ulang

Sebarkan artikel ini

TrenBisnis.co, JAKARTA — Bali semakin mengukuhkan daya tariknya di pasar pariwisata Asia. Data Agoda menunjukkan Pulau Dewata naik satu peringkat dan menempati posisi ketiga dalam daftar destinasi Asia yang paling sering dikunjungi ulang wisatawan pada paruh pertama 2026.

Dalam laporan Repeat Visitor Ranking Agoda, Bali menggeser Seoul yang turun ke posisi keempat. Tokyo untuk pertama kalinya berada di peringkat pertama, menggantikan Bangkok di posisi kedua. Osaka melengkapi lima besar.

Adapun daftar 10 besar destinasi Asia dengan tingkat kunjungan ulang tertinggi juga mencakup Da Nang, Kuala Lumpur, Fukuoka, Taipei, dan Johor Bahru.

Agoda menyusun peringkat tersebut berdasarkan data pemesanan pada paruh pertama 2026. Tingginya kunjungan ulang dinilai mencerminkan kemampuan sebuah destinasi mempertahankan daya tarik wisatawan, baik melalui atraksi baru maupun pengalaman yang membuat wisatawan ingin kembali.

Sumber : Agoda

Bali menjadi salah satu destinasi yang mencatat penguatan paling menonjol. Selain mengandalkan pantai dan kekayaan budaya, Bali terus memperluas pilihan pengalaman wisata, termasuk wellness tourism yang memadukan alam, budaya, dan aspek spiritual.

Dari sisi arus wisatawan, Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 697.809 pada Juli 2026. Angka tersebut meningkat 15,34% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Penguatan Bali dalam daftar kunjungan ulang juga sejalan dengan perkembangan sejumlah destinasi Indonesia lainnya. Agoda mencatat Jakarta, Batam, Lombok, dan Bandung sebagai destinasi domestik dengan jumlah wisatawan yang kembali berkunjung paling tinggi.

Jakarta naik satu peringkat ke posisi ke-25 dalam daftar 50 destinasi Asia yang paling sering dikunjungi ulang. Sepanjang semester I/2026, Jakarta mencatat sekitar 9,86 juta wisatawan, terdiri atas 8,82 juta wisatawan domestik dan 1,04 juta wisatawan mancanegara.

Kedatangan wisatawan mancanegara ke Jakarta tersebut tumbuh 8,17% secara tahunan. Kondisi ini menunjukkan permintaan terhadap Jakarta tidak hanya berasal dari perjalanan bisnis, tetapi juga wisata rekreasi dan perjalanan singkat di kawasan perkotaan.

Sementara itu, Batam naik tiga peringkat ke posisi ke-27. Kedekatannya dengan Singapura menjadi salah satu faktor pendukung, selain fasilitas perdagangan, kuliner, pantai, dan infrastruktur yang menunjang perjalanan bisnis maupun rekreasi.

Batam mencatat 160.871 kedatangan wisatawan mancanegara pada Juni 2026. Jumlah tersebut setara dengan 78,9% dari total kedatangan wisatawan asing ke Kepulauan Riau.

Lombok juga mencatat kenaikan tiga peringkat dan berada di posisi ke-41 dari 50 destinasi Asia dengan tingkat kunjungan ulang tertinggi.

Selain mengandalkan wisata alam, pengembangan kawasan Mandalika turut menjadi katalis bagi pariwisata Lombok. Sejumlah agenda olahraga dan hiburan juga mulai memperluas alasan wisatawan untuk kembali berkunjung.

Pada Juli 2026, misalnya, Mandalika menjadi lokasi Pocari Sweat Run Lombok yang diikuti sekitar 9.200 pelari. Sebanyak 72% peserta disebut berasal dari luar Lombok.

Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, Gede Gunawan mengatakan kunjungan ulang menjadi salah satu indikator daya tarik sebuah destinasi.

“Bali adalah contohnya, yang terus menarik wisatawan untuk kembali karena keindahan alamnya, kekayaan budaya, gaya hidup tropis yang dinamis, serta pengembangan atraksi-atraksi baru yang berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, tren serupa terlihat di sejumlah destinasi Indonesia seperti Jakarta, Batam, Lombok, dan Bandung yang memiliki karakter serta daya tarik berbeda untuk mendorong wisatawan melakukan kunjungan ulang.

Data tersebut mengindikasikan bahwa persaingan destinasi wisata tidak lagi hanya bergantung pada kemampuan menarik wisatawan untuk datang pertama kali. Kemampuan menghadirkan pengalaman baru dan alasan untuk kembali menjadi faktor penting dalam mempertahankan arus kunjungan wisatawan.

Huda : Editor 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *