OTOMOTIF

10 Inovasi Ban Michelin Curi Perhatian di Le Mans 2025

TrenBisnis.co – Le Mans 24 Hours 2025 bukan hanya ajang balap ketahanan paling legendaris di dunia, tapi juga panggung inovasi teknologi ban yang luar biasa dari Michelin.

Tahun ini, Michelin kembali mempertegas peranannya sebagai pelopor dalam menciptakan ban berperforma tinggi yang ramah lingkungan. Mulai dari penggunaan simulasi digital hingga daur ulang ban lewat teknologi pirolisis.

Berikut 10 inovasi Michelin yang mencuri perhatian di Le Mans 2025:

1. Ban Balap Dirancang 100% Melalui Simulator

Michelin memanfaatkan simulasi digital secara penuh dalam mendesain ban Hypercar mereka. Tanpa uji coba fisik berlebihan, pengembangan ban menjadi dua kali lebih cepat,lebih akurat, dan tentunya lebih ramah lingkungan karena mengurangi emisi CO₂ secara signifikan.

2. Daur Ulang Ban Lewat Teknologi Pyrolysis

Bersama startup Swedia, ENVIRO, Michelin menerapkan proses pirolisis untuk mendaur ulang ban bekas menjadi bahan baru seperti karbon hitam dan minyak pirolisis. Teknologi ini lebih ramah lingkungan dibanding metode pembakaran energi di industri semen.

3. Ban “Demonstrator” dengan 71% Material Terbarukan

Untuk kendaraan prototipe yang digunakan secara khusus di ajang Le Mans, seperti H24EVO (hidrogen) dan Porsche GT4 ePerformance (listrik), Michelin menciptakan ban demonstrasi dengan kandungan hingga 71% bahan terbarukan dan daur ulang. Bahan bahannya termasuk resin dari kulit jeruk, silika dari sekam padi, hingga karet alami.

4. Sidewall Warna-Warni untuk Transparansi Strategi

Strategi balap kini lebih mudah dibaca berkat sistem warna pada dinding ban: putih untuk soft, kuning untuk medium, merah untuk hard, dan biru untuk wet. Sistem ini meningkatkan transparansi dan pengalaman penonton di lintasan.

5. Tiap Ban Dirakit dengan Tangan

Butuh waktu sekitar satu jam untuk membuat satu ban balap Michelin—dan lebih dari setengah prosesnya dilakukan secara manual di pabrik Cataroux. Sentuhan manusia menjadi jaminan kualitas dan presisi dalam performa ekstrem. MOTORSPORT

6. Ban Tahan Empat Stint!

Tanpa pemanas ban (Tire Warmers), strategi berubah. Kini, satu set ban bisa bertahan hingga empat stint, membantu menghemat sumber daya dan menjaga suhu optimal demi performa maksimal di berbagai kondisi lintasan.

7. Tes & Feedback Real-Time di Simulator

Ban baru diuji oleh pembalap profesional di simulator sebelum dibuat versi fisiknya. Proses ini memungkinkan penyaringan komposisi terbaik sejak awal, mempercepat iterasi, dan memastikan ban langsung siap tempur di lintasan nyata.

8. Livery Velvet Edisi Terbatas: “Race to VISION”

Ban generasi 2026 akan memiliki livery khusus bertekstur beludru bertuliskan “Race toVISION”— menandai ban yang telah memenuhi ambang minimum 50% material berkelanjutan. Inovasi bertemu estetika dengan makna yang kuat.

9. Tangguh untuk Cuaca Ekstrem

Ban Michelin dirancang menghadapi kondisi ekstrem khas Le Mans, dari suhu malam yang dingin hingga panas siang hari. Kompon Medium, Soft, dan Hard dirancang untuk memberikan cengkeraman optimal dalam berbagai skenario cuaca dan suhu.

10. Ambisi Menuju Ban 100% Berkelanjutan di 2050

Melalui visi besar bertajuk VISION 2050, Michelin bertekad menciptakan ban yang sepenuhnya dari bahan daur ulang dan terbarukan tanpa kompromi terhadap performa, keselamatan, atau daya tahan. Motorsport menjadi laboratorium akselerasi menuju masa depan itu.

Dengan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan dan inovasi, Michelin membuktikan bahwa performa tinggi dan tanggung jawab lingkungan bisa berjalan beriringan. Le Mans 2025 bukan sekadar ajang balap, tetapi juga laboratorium hidup tempat lahirnya teknologi masa depan.

Setiap putaran bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang visi—mewujudkan mobilitas yang lebih hijau, cerdas, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang. Michelin tidak hanya memacu kendaraan di lintasan, tetapi juga memimpin perubahan menuju dunia yang lebih baik. (*)

Editor : Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *