TrenBisnis.co, JAKARTA — Kebiasaan masyarakat menunda pemeriksaan kesehatan dinilai dapat meningkatkan risiko keterlambatan diagnosis sekaligus memperbesar beban biaya pengobatan. Kondisi ini mendorong perusahaan asuransi untuk memperkuat edukasi mengenai pemeriksaan berkala dan deteksi dini.
Prudential plc melalui studi Suara Pasien Indonesia yang dilakukan bersama Economist Impact menemukan bahwa 9 dari 10 responden mengaku pernah menunda perawatan kesehatan. Hampir separuh responden bahkan menyatakan melakukan penundaan tersebut lebih dari satu kali.
Sejumlah faktor menjadi alasan masyarakat menunda perawatan, mulai dari keterbatasan informasi kesehatan hingga prioritas terhadap kebutuhan keluarga. Biaya juga menjadi salah satu pertimbangan yang cukup besar.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 26,6% masyarakat Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membiayai layanan kesehatan pada 2025. Pengeluaran kesehatan yang dibayar langsung oleh masyarakat (out-of-pocket) diperkirakan mencapai sekitar Rp175 triliun.
Beban biaya tersebut juga berpotensi memengaruhi kondisi finansial rumah tangga. WHO memperkirakan sekitar 12,8 juta penduduk Indonesia berisiko jatuh miskin akibat pengeluaran kesehatan.
Risiko tersebut semakin relevan di tengah kenaikan biaya perawatan medis. Berdasarkan data industri asuransi Indonesia, rata-rata biaya perawatan penyakit pernapasan meningkat 106,3%, dari sekitar Rp49,9 juta pada 2023 menjadi Rp103 juta pada 2025.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan mencatat kecenderungan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), khususnya di Banten, Lampung, dan Jawa Barat pada September 2026.
Momentum Hari Paru Sedunia yang diperingati setiap 25 September menjadi salah satu pengingat pentingnya menjaga kesehatan paru melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala.
Chief Health Officer Prudential Indonesia, Yosie William Iroth, mengatakan perlindungan kesehatan perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan keluarga, terutama di tengah tingginya biaya pengobatan.
“Di tengah tingginya biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit di Indonesia, memilih produk asuransi kesehatan dari perusahaan yang mampu memberikan perlindungan kesehatan sekaligus mendampingi nasabah dalam tiap tahapan menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga,” kata Yosie.
Menurutnya, kesiapan perlindungan finansial dapat membantu masyarakat menghadapi kebutuhan medis tanpa harus mengorbankan tabungan maupun tujuan keuangan jangka panjang.
Dorong Pemeriksaan Berkala
Prudential Indonesia juga mendorong upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan kesehatan. Pada Januari–Agustus 2026, sebanyak 4.570 nasabah, tenaga pemasar, dan karyawan mengikuti free mini medical check-up melalui kolaborasi dengan jaringan PRUPriority Hospitals.
Selain pemeriksaan kesehatan, perusahaan juga menjalankan program PRUActive yang sejak 2023 telah mengajak lebih dari 60.000 masyarakat berolahraga bersama sebagai bagian dari kampanye gaya hidup sehat.
Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko penyakit sekaligus mendorong pengambilan langkah pencegahan lebih awal.
Salah satu nasabah Prudential Indonesia, Doni Kurniawan, mengatakan pernah memanfaatkan fasilitas Mini Medical Check-Up saat mengikuti Customer Day. Dia juga mengaku menggunakan fasilitas perlindungan kesehatan ketika menjalani operasi pada akhir 2025.
“Saya mendapatkan diagnosis dokter pada hari Sabtu. Berkat bantuan agen Prudential yang sigap, saya bisa dirawat inap pada hari Minggu dan langsung menjalani tindakan pada Senin. Biaya operasi sekitar Rp35 juta hingga perawatan pascaoperasi seluruhnya ditanggung oleh Prudential,” ujar Doni.
Yosie mengatakan kebutuhan perlindungan kesehatan dapat berubah seiring dengan usia, gaya hidup, dan kondisi keluarga. Karena itu, menurut dia, perlindungan perlu disiapkan tidak hanya ketika risiko kesehatan terjadi, tetapi juga melalui langkah preventif dan deteksi dini.
“Sejalan dengan semangat ‘Janji, jadi nyata’, Prudential Indonesia menghadirkan berbagai solusi perlindungan yang dirancang untuk menemani kebutuhan kesehatan nasabah yang terus berkembang, mulai dari langkah preventif, deteksi dini, hingga dukungan ketika membutuhkan perawatan,” pungkas Yosie.
Editor : Huda

















