TrenBisnis.co, JAKARTA — Daihatsu Gran Max terus menunjukkan dominasinya sebagai kendaraan niaga ringan pilihan pelaku usaha di Indonesia. Pada Maret 2026, model ini mencatatkan penjualan 5.054 unit atau menguasai sekitar 72% pangsa pasar di segmen commercial low.
Secara rinci, varian pick up membukukan penjualan 3.543 unit dengan pangsa pasar 67% di segmen pick up low. Sementara itu, varian minibus mencatatkan penjualan 1.511 unit dengan dominasi hingga 88% di segmen semi commercial.

Sejak diluncurkan pada 2007, Gran Max telah mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari 900 ribu unit. Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap kendaraan ini sebagai solusi mobilitas bisnis yang efisien dan andal.
Dari sisi produk, Gran Max hadir dalam tiga varian utama, yakni pick up, blind van, dan minibus. Pilihan mesin 1.300 cc dan 1.500 cc tersedia dengan opsi transmisi manual serta otomatis khusus untuk varian blind van 1.5L.
Baca Juga : Industri Otomotif Nasional Siap Penuhi Kebutuhan Kendaraan Komersial Tanpa Impor
Pada varian 1.500 cc, Gran Max mengusung mesin 2NR-VE Dual VVT-i yang menawarkan keseimbangan antara performa dan efisiensi bahan bakar. Sejumlah varian juga telah dilengkapi fitur Electronic Power Steering untuk meningkatkan kenyamanan berkendara.
Daihatsu turut menghadirkan varian Gran Max Blind Van 1.5L bertransmisi otomatis yang diluncurkan pada September 2025. Model ini dilengkapi fitur keselamatan seperti dual SRS airbag, ABS, vehicle stability control (VSC), hingga immobilizer.
Baca Juga : Beli Mobil Makin Mudah, Daihatsu Kembali Gulirkan Program DAIFIT 2026
Selain spesifikasi teknis, Gran Max juga dinilai unggul dari sisi biaya operasional yang efisien serta kemudahan perawatan. Hal ini menjadi faktor penting bagi pelaku usaha dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
Pengguna dari berbagai sektor usaha turut merasakan manfaatnya. Pelaku usaha rental sound system di Malang, Amin Muhsin, menyebut kapasitas angkut besar dan efisiensi bahan bakar Gran Max membantu menekan biaya operasional harian.

Sementara itu, pelaku usaha makanan ringan, Nur Muhadi, menilai varian blind van memberikan fleksibilitas sekaligus menjaga kualitas barang selama proses distribusi.
Gran Max dipasarkan dengan harga mulai Rp167,05 juta untuk varian pick up, Rp180,4 juta untuk blind van, dan Rp212,75 juta untuk minibus (OTR, dapat berbeda tergantung wilayah).
Dengan kombinasi daya angkut, efisiensi, serta jaringan layanan purna jual yang luas, Gran Max terus memperkuat posisinya sebagai kendaraan niaga yang mendukung pertumbuhan usaha di berbagai sektor.
Editor : Huda

















