TrenBisnis.co, JAKARTA — Pasar keuangan domestik dinilai masih mampu menjaga stabilitas pada pekan pertama setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada Minggu (26/7/2026). Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada proses transisi kepemimpinan bank sentral serta kepastian arah kebijakan moneter ke depan.
Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan reaksi pasar pada awal pekan relatif lebih baik dibandingkan perkiraan sebelumnya. Menurutnya, kekhawatiran akan aksi jual besar-besaran, terutama pada saham sektor perbankan, belum terealisasi.
“IHSG memulai pekan dengan kinerja yang lebih resilien dari ekspektasi kami. Kami sebelumnya mengantisipasi sell-off signifikan, khususnya pada saham perbankan, namun BMRI dan BBCA justru menguat, mencerminkan positioning investor yang masih konstruktif dalam jangka pendek,” ujar Rully dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Dia menilai respons tersebut menunjukkan investor belum bereaksi berlebihan terhadap pergantian kepemimpinan di bank sentral. Meski demikian, pasar diperkirakan akan semakin mencermati proses penunjukan gubernur BI berikutnya beserta komitmen terhadap independensi bank sentral.
Menurut Rully, persepsi terhadap independensi BI akan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen investor dalam beberapa waktu ke depan.
“Meski demikian, kami melihat risiko ke depan meningkat, terutama terkait persepsi independensi BI yang berpotensi bergeser ke arah pro-growth. Hal ini dapat memicu volatilitas pada aset domestik,” katanya.
Dia menambahkan kehati-hatian investor mulai terlihat dari pergerakan nilai tukar rupiah yang sempat melemah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS sebelum kembali berada di kisaran Rp17.900 per dolar AS. Di sisi lain, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun meningkat ke sekitar 7,35%, mencerminkan kenaikan premi risiko.
Sementara itu, Fixed Income Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Jessica Tasijawa mengatakan pasar obligasi menghadapi volatilitas yang lebih tinggi setelah pengumuman pengunduran diri Gubernur BI.
Padahal, sebelum pengumuman tersebut, pasar obligasi memperoleh dukungan dari arus masuk investor asing yang mencapai sekitar Rp16 triliun secara year to date (YTD), meningkatnya permintaan dari sektor perbankan, serta dukungan investor domestik seperti perusahaan asuransi dan dana pensiun.
Namun, menurut Jessica, perubahan sentimen terjadi karena munculnya kekhawatiran mengenai transparansi dan kredibilitas proses transisi kepemimpinan BI. Kondisi itu mendorong kenaikan imbal hasil SBN sekitar 9 basis poin, sementara rupiah kembali bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar AS.
“Kami meyakini kejelasan dan langkah pemerintah dalam proses pengambilan keputusan, khususnya terkait pemilihan Gubernur BI yang baru, akan menjadi faktor yang sangat krusial dalam menentukan arah kebijakan ke depan sekaligus memberikan kepastian bagi pasar Indonesia,” ujar Jessica.
Meski demikian, dia menilai prospek pasar obligasi Indonesia masih ditopang sejumlah faktor fundamental. Beberapa di antaranya adalah dipertahankannya peringkat dan outlook Indonesia oleh S&P Global Ratings, penempatan kembali dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN, realisasi fiskal semester I/2026 yang melampaui ekspektasi, serta berlanjutnya arus masuk dana asing ke pasar SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Pelaku pasar kini menunggu kepastian pemerintah terkait pengisian posisi Gubernur BI yang baru. Kejelasan proses transisi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus meminimalkan volatilitas di pasar keuangan domestik.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, TANJUNG SELOR — PT Trakindo Utama (Trakindo) kembali menggelar Trakindo Fest 2026 di Tanjung…
TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Bundamedik Tbk (BMHS) memperkuat kapabilitas layanan bedah robotik melalui pengembangan teknologi…
TrenBisnis.co, JAKARTA – PT Honda Prospect Motor (HPM) terus memperkuat jaringan layanan di Indonesia dengan…
TrenBisnis.co, JAKARTA – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated menghadirkan cara…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Momentum Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan Prudential Syariah untuk mengingatkan pentingnya perlindungan…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Industri perhotelan Indonesia memasuki fase penyesuaian strategi di tengah tekanan permintaan dari…