Ekonomi Bisnis

Mal Premium Dominasi Kinerja Ritel, Sektor F&B Jadi Pendorong Utama

TrenBisnis.co. JAKARTA — Kinerja pusat perbelanjaan pasca pandemi Covid-19 di Jabodetabek pada kuartal I/2026 menunjukkan dinamika yang semakin kontras antara segmen premium dan non-premium.

Meskipun trafik pengunjung mengalami peningkatan, konversi menjadi penjualan dinilai belum sepenuhnya optimal, mencerminkan adanya pergeseran perilaku konsumen.

Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, peningkatan jumlah pengunjung belum sepenuhnya berbanding lurus dengan transaksi yang terjadi di dalam mal.

“Traffic meningkat, tetapi belum sepenuhnya dikonversi menjadi penjualan. Ini mencerminkan adanya pergeseran perilaku konsumen, terutama di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Baca Juga : Mal Ciputra Jakarta Rayakan Satu Dekade Kampoeng Legenda

Menurutnya perubahan preferensi tersebut turut memengaruhi komposisi sektor ritel. Segmen food & beverage (F&B) dan lifestyle tercatat tumbuh, sementara sektor fesyen masih menghadapi tekanan akibat persaingan dengan kanal daring.

“Kami melihat F&B dan lifestyle menjadi penggerak utama, sedangkan fashion masih cukup tertekan karena kompetisi dari online,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, mal kelas atas tetap menunjukkan kinerja yang lebih solid dibandingkan segmen lainnya. Permintaan dari tenant, khususnya di sektor F&B, masih tinggi dan aktif melakukan ekspansi di lokasi premium.

Dari sisi pasokan, penambahan mal baru masih berlangsung, meskipun tidak agresif. Pada kuartal I/2026, tercatat terdapat tambahan dua pusat perbelanjaan baru.

Namun, dalam jangka menengah, pasokan diproyeksikan cenderung menurun hingga 2029, baik di Jakarta maupun Jabodetabek.

Sementara itu, tarif sewa tercatat meningkat secara moderat. Di sisi lain, biaya operasional mal justru mengalami kenaikan yang lebih signifikan, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola.

Baca Juga : Pasar Apartemen 2026 Masih Selektif, Potensi Harga Naik Efek Geopolitik Timur Tengah

Lebih lanjut, Ferry menuturkan bahwa posisi mal premium saat ini semakin kuat, ditopang oleh tingkat hunian yang tinggi dan tingginya minat tenant.

“Mal kelas atas kini memiliki posisi sangat kuat. Bahkan, banyak tenant harus masuk dalam daftar tunggu (waiting list) untuk bisa masuk,” katanya.

Berdasar data Colliers Indonesia, tingkat hunian mal premium saat ini berada di kisaran 90%, jauh di atas mal kelas menengah dan bawah yang hanya sekitar 58%. Kesenjangan ini menunjukkan perbedaan daya tarik yang semakin jelas antarsegmen.

Untuk menjaga daya saing, sejumlah pengelola mal melakukan berbagai strategi, mulai dari renovasi total maupun parsial, rebranding, hingga optimalisasi area sewa.

Langkah ini juga diiringi dengan upaya memperkaya komposisi tenant agar lebih relevan dengan kebutuhan konsumen.

Di sisi lain, pelaku ritel juga mulai melakukan penyesuaian strategi. Sejumlah retailer menutup gerai yang tidak optimal dan lebih fokus pada lokasi dengan kinerja penjualan yang kuat.

Selain itu, beberapa brand mulai memilih durasi sewa yang lebih fleksibel, umumnya di bawah tiga tahun, sebagai langkah mitigasi terhadap ketidakpastian pasar.

Masuknya merek baru dari Jepang, China, dan Malaysia juga turut meramaikan pasar ritel, dengan pendekatan berbasis data dalam menentukan lokasi dan target konsumen.

Secara keseluruhan, sektor ritel mal di Jabodetabek menunjukkan tren pemulihan yang selektif. Mal premium tetap menjadi pilihan utama bagi tenant, sementara segmen menengah dan bawah masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan daya tarik dan kinerja okupansi. (*)

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

ARTOTEL Thamrin Jakarta Hadirkan “Asian Delight!”, BBQ All You Can Eat Rp165 Ribu

TrenBisnis.co, JAKARTA — ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan program kuliner akhir pekan bertajuk “Asian Delight!”, sebuah…

7 jam ago

Novo Nordisk Gandeng OpenAI Percepat Penemuan Obat dengan Teknologi AI

TrenBisnis.co, JAKARTA — Perusahaan farmasi global Novo Nordisk menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI untuk mempercepat…

13 jam ago

Harga Rumah Sekunder Naik 1,6% pada Maret 2026, 11 Kota Jadi Motor Baru Pasar Properti

TrenBisnis.co, JAKARTA — Data laporan Flash Report April 2026 Rumah123 pasar properti sekunder Indonesia menunjukkan…

13 jam ago

Sinergi Warga dan Pemerintah di Kampung Mrican Sleman Jadi Model Pengembangan Ekonomi Kreatif

TrenBisnis.co, YOGYAKARTA — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengapresiasi transformasi Kampung Mrican…

15 jam ago

EJ Sport Perkuat Ekosistem Lari Lewat BTN JAKIM 2026

TrenBisnis.co. JAKARTA — EJ Sport, produk sports nutrition dari Kalbe Consumer Health, memperkuat perannya dalam…

1 hari ago

Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi dengan Starfindo untuk Perkuat Ekosistem Startup

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Asosiasi…

1 hari ago