Ekonomi Bisnis

Kementerian Ekraf Dorong Sinergi Inovasi Yayasan Kartika Eka Paksi demi Perkuat Ekonomi Nasional

TrenBisnis.co, Jakarta — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) mendorong Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) untuk memperkuat sinergi inovasi dan kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sekretaris Kementerian Ekraf/Sekretaris Utama Badan Ekraf, Dessy Ruhati, mengatakan integrasi ekonomi kreatif ke dalam ekosistem YKEP menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan nilai aset sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Ekonomi kreatif berbasis ide dan inovasi, dengan karakter low capital namun high value. Dalam setahun terakhir, sektor ini terus menunjukkan peran sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Dessy dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) YKEP 2026 di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga : Menekraf Dorong Digitalisasi Ekraf Promosikan Budaya Lokal

Ia menambahkan, penguatan ekonomi kreatif sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperluas lapangan kerja berkualitas, mengembangkan industri kreatif, serta meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Secara data, sektor ekonomi kreatif tercatat menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja atau setara 18,7% dari total tenaga kerja nasional. Pertumbuhannya pada 2025 mencapai 6,5%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,7%.

Menurut Dessy, YKEP perlu mengorkestrasi aset yang dimiliki dengan menjadikan ekonomi kreatif sebagai instrumen utama dalam pengembangan usaha. “Ekonomi kreatif dapat menjadi solusi komersialisasi yang mendorong program unggulan yayasan agar lebih produktif dan berkelanjutan,” katanya.

YKEP sendiri merupakan yayasan yang berdiri sejak 1972 dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan keluarga besar TNI Angkatan Darat melalui berbagai kegiatan di bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan kemanusiaan.

Ketua Pembina YKEP, Maruli Simanjuntak, menekankan pentingnya inovasi dan kerja sama tim dalam menghadapi tantangan ke depan. Menurutnya, pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk mendorong keberlanjutan program.

“Kita harus mengedepankan kreativitas dan inovasi agar setiap program dapat berjalan dan berkembang. Kuncinya ada pada teamwork yang solid,” ujarnya.

Baca Juga : Kementerian UMKM dan Kemendag Berkomitmen Perkuat Pelindungan UMKM

Mengusung tema “Kreatif dan Inovatif Menghadapi Tantangan untuk Maju”, Rakornis YKEP 2026 diharapkan mampu memperkuat integrasi ekonomi kreatif dalam berbagai lini usaha yayasan, mulai dari sektor hospitality, properti dan perkantoran, pendidikan, hingga logistik.

Kementerian Ekraf juga membuka peluang kolaborasi strategis, termasuk dukungan terkait akses pembiayaan dan kebijakan perpajakan bagi pelaku ekonomi kreatif, sebagai bagian dari upaya mendorong terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.(*)

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

DXI 2026 Digelar di JICC, Dorong Kolaborasi Industri Diving dan Outdoor

TrenBisnis.co, JAKARTA — Pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 kembali digelar pada 23–26 April…

3 jam ago

WOW Brand 2026 Soroti Humanisasi Brand di Era AI, Tekankan Peran Emosi dan Diferensiasi

TrenBisnis.co, JAKARTA — Seminar branding tahunan WOW Brand 2026 kembali digelar dengan mengangkat isu utama…

1 hari ago

Brand Elektronik Catat Lonjakan Penjualan hingga 200% di Tokopedia dan TikTok Shop

TrenBisnis.co, JAKARTA — Sejumlah brand elektronik mencatat pertumbuhan penjualan signifikan hingga 200% selama kampanye Tokopedia…

1 hari ago

ARTOTEL Thamrin Jakarta Hadirkan “Asian Delight!”, BBQ All You Can Eat Rp165 Ribu

TrenBisnis.co, JAKARTA — ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan program kuliner akhir pekan bertajuk “Asian Delight!”, sebuah…

2 hari ago

Novo Nordisk Gandeng OpenAI Percepat Penemuan Obat dengan Teknologi AI

TrenBisnis.co, JAKARTA — Perusahaan farmasi global Novo Nordisk menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI untuk mempercepat…

2 hari ago

Harga Rumah Sekunder Naik 1,6% pada Maret 2026, 11 Kota Jadi Motor Baru Pasar Properti

TrenBisnis.co, JAKARTA — Data laporan Flash Report April 2026 Rumah123 pasar properti sekunder Indonesia menunjukkan…

2 hari ago