TrenBisnis.co, JAKARTA — PT JETOUR Sales Indonesia membukukan penjualan ritel sebanyak 411 unit pada September 2026, tumbuh 17,1% dibandingkan dengan Agustus 2026 yang mencapai 351 unit. Penjualan tersebut ditopang oleh model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang berkontribusi sekitar 70% terhadap total penjualan.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, JETOUR T1 i-DM mencatat penjualan tertinggi sebanyak 150 unit, disusul JETOUR T2 i-DM sebanyak 138 unit. Dengan demikian, kedua model tersebut menyumbang total 288 unit sepanjang September 2026.
Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, mengatakan kontribusi model i-DM menunjukkan respons konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi yang menawarkan efisiensi sekaligus fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
“Pencapaian pada September menjadi sinyal positif bagi JETOUR, terutama melihat semakin kuatnya kontribusi model i-DM terhadap penjualan kami. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen semakin terbuka terhadap kendaraan dengan teknologi PHEV,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi plug-in hybrid memungkinkan kendaraan memanfaatkan tenaga listrik untuk mobilitas sehari-hari, sementara mesin bensin memberikan fleksibilitas ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh.
JETOUR T1 i-DM mengusung mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, transmisi khusus hibrida, dan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh. Model tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer menggunakan tenaga listrik murni berdasarkan standar WLTC.
Sementara itu, JETOUR T2 i-DM menyasar konsumen yang membutuhkan kendaraan berkarakter petualang. Model ini dibekali mesin ACTECO 1.5 TGDI generasi kelima, baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh, transmisi hibrida tiga percepatan, serta dua motor listrik.
JETOUR mengklaim T2 i-DM mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer. Jarak tersebut merupakan kemampuan tempuh kendaraan secara keseluruhan, bukan hanya dengan tenaga listrik.
Pertumbuhan penjualan pada September menjadi momentum bagi JETOUR untuk memperluas penetrasi kendaraan elektrifikasi di pasar otomotif Indonesia. Perusahaan mengandalkan teknologi i-DM untuk menjangkau konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan efisiensi bahan bakar dan fleksibilitas penggunaan.
Meski demikian, kontribusi penjualan kedua model PHEV tersebut masih perlu dilihat dalam konteks kinerja penjualan JETOUR secara keseluruhan serta perkembangan permintaan kendaraan elektrifikasi di pasar domestik.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, JAKARTA — MINI Indonesia menggelar MINI Carnival 2026 pada 9–11 Oktober 2026 di City…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Hotel Parade Senen Jakarta mulai beroperasi melalui seremoni soft opening pada Jumat…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Koperasi Bumi Makmur Lestari Nusantara (BMLN) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia…
TrenBisnis.co, Jakarta — Pemahaman masyarakat mengenai plasma darah dinilai perlu diperkuat seiring pentingnya komponen darah…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Konsultasi kesehatan mental di platform digital terus menunjukkan peningkatan. Data Halodoc mencatat…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menegaskan pekerjaan penyelenggara pemilu tidak berhenti…