TrenBisnis.co, Jakarta — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) memastikan industri kendaraan bermotor nasional mampu memenuhi kebutuhan kendaraan komersial dalam negeri, termasuk segmen pick-up 4×2 yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi logistik nasional.
Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa saat ini asosiasi menaungi 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan roda empat atau lebih per tahun.
Khusus untuk kendaraan komersial ringan jenis pick-up, kapasitas produksi nasional mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun, meskipun utilisasinya belum optimal.
Sejumlah produsen yang memproduksi kendaraan pick-up di dalam negeri antara lain:
• PT Suzuki Indomobil Motor
• PT Isuzu Astra Motor Indonesia
• PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor
• PT SGMW Motor Indonesia
• PT Sokonindo Automobile
• PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia
• PT Astra Daihatsu Motor
Menurut Putu Juli, kendaraan yang diproduksi umumnya berpenggerak 4×2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen. Kendaraan tersebut dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pelosok daerah, didukung jaringan layanan purna jual yang luas.
Baca Juga : GIIAS 2024 Hadirkan Beragam Kendaraan Komersial
Sementara untuk kendaraan penggerak 4×4, industri nasional juga memiliki kemampuan produksi, namun membutuhkan waktu persiapan tambahan untuk menyesuaikan kapasitas dan spesifikasi yang dibutuhkan.
Di tengah tekanan pasar domestik yang dalam beberapa tahun terakhir mencatatkan penjualan di bawah 1 juta unit per tahun, industri otomotif nasional masih mencatatkan kinerja ekspor yang solid. Ekspor kendaraan bermotor Indonesia telah menjangkau 93 negara dengan volume lebih dari 518.000 unit.
GAIKINDO Soroti Wacana Impor Kendaraan dari India
GAIKINDO juga menyoroti pentingnya optimalisasi kapasitas produksi dalam negeri di tengah wacana impor kendaraan dari India. Industri otomotif nasional, termasuk industri komponen yang tergabung dalam Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM), dinilai memiliki kapasitas memadai untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial dalam negeri, sepanjang diberikan waktu dan kesempatan yang cukup.
Industri otomotif dan ekosistem pendukungnya saat ini menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja. Karena itu, optimalisasi produksi domestik dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan industri dan mencegah potensi pengurangan tenaga kerja akibat lemahnya permintaan pasar dalam negeri. (*)
Editor : Huda
TrenBisnis.co, JAKARTA — Industri plastik dan kemasan nasional menghadapi tekanan biaya produksi yang semakin besar…
TrenBisnis.co, CIBUBUR — Tren staycation yang dipadukan dengan pengalaman hiburan mendorong pelaku industri perhotelan menghadirkan…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis poin…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Penjualan mobil nasional menunjukkan tren positif sepanjang lima bulan pertama 2026. Data…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperoleh dukungan dari seluruh fraksi…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Ascott Indonesia mencatatkan antusiasme tinggi dalam penyelenggaraan ASR Festival 2026 yang berlangsung…