TrenBisnis.co, JAKARTA — GAC Indonesia menegaskan bahwa pengembangan mobil listrik GAC AION di Indonesia ditopang oleh kemampuan riset dan pengembangan (R&D) global yang telah dibangun perusahaan selama hampir tiga dekade.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat daya saing di pasar kendaraan listrik nasional yang semakin kompetitif.
CEO GAC Indonesia Andry Ciu mengatakan setiap kendaraan GAC dikembangkan melalui proses engineering yang mencakup riset teknologi, desain kendaraan, manufaktur, hingga pengujian kualitas.
Menurutnya, pendekatan tersebut memastikan produk yang dipasarkan di Indonesia memiliki standar yang sama dengan pasar global.
“Seluruh kapabilitas tersebut kini kami hadirkan di Indonesia. Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal GAC melalui produknya, tetapi juga memahami kekuatan engineering, inovasi, dan pengalaman global di balik setiap kendaraan GAC,” ujar Andry dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).
Sebagai bagian dari penguatan inovasi, GAC mengalokasikan investasi riset dan pengembangan sebesar RMB7,71 miliar sepanjang 2025 atau sekitar 7,98% dari total pendapatan perusahaan.
Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan berbagai teknologi kendaraan energi baru (NEV), termasuk baterai all-solid-state lithium, teknologi autonomous driving Level 3, hingga konsep mobilitas udara GOVY AirJet.
Saat ini GAC memiliki jaringan pusat R&D global yang tersebar di Guangzhou, Shanghai, Beijing, Silicon Valley, Los Angeles, dan Milan melalui sistem “1+5+X”.
Dari pusat-pusat tersebut lahir sejumlah teknologi utama seperti AEP (AION Electric Platform), Magazine Battery, ADiGO Intelligent System, ADiMOTION Hybrid Technology, dan X-SOUL Safety Architecture.
Teknologi tersebut menjadi platform yang digunakan pada seluruh lini kendaraan GAC secara global, termasuk model GAC AION yang dipasarkan di Indonesia.
Dari sisi bisnis, GAC mencatat pertumbuhan penjualan yang positif. Hingga Mei 2026, penjualan kumulatif grup secara global mencapai lebih dari 628.200 unit. Sementara itu, penjualan GAC AION mencapai 144.100 unit atau meningkat 62,28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspansi perusahaan juga terus berlanjut dengan kehadiran di 102 negara dan wilayah melalui 696 jaringan penjualan serta layanan purnajual.
Di Indonesia, GAC menempatkan pasar domestik sebagai salah satu basis strategis di kawasan Asia Tenggara.
Melalui strategi “In Local, For Local” dan pendekatan One GAC, perusahaan berkomitmen memperluas portofolio produk, meningkatkan kapasitas perakitan lokal, menaikkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), serta memperluas jaringan dealer dan layanan purnajual.
Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi GAC di pasar kendaraan listrik Indonesia sekaligus mendukung percepatan transformasi industri otomotif nasional menuju elektrifikasi.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, JAKARTA – Mengunjungi pameran otomotif tidak lagi sekadar melihat mobil baru. Pada ajang GAIKINDO…
TrenBisnis.co, BANDUNG - Setelah sukses digelar di Hutan Kota GBK, Jakarta, Mie Sedaap kembali menjadi…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Pasar keuangan domestik dinilai masih mampu menjaga stabilitas pada pekan pertama setelah…
TrenBisnis.co, TANJUNG SELOR — PT Trakindo Utama (Trakindo) kembali menggelar Trakindo Fest 2026 di Tanjung…
TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Bundamedik Tbk (BMHS) memperkuat kapabilitas layanan bedah robotik melalui pengembangan teknologi…
TrenBisnis.co, JAKARTA – PT Honda Prospect Motor (HPM) terus memperkuat jaringan layanan di Indonesia dengan…