Ekonomi Bisnis

Efisiensi Korporasi dan Minimnya Agenda Pemerintah Tekan Kinerja MICE Hotel

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kinerja sektor perhotelan, khususnya segmen meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), mulai tertekan pada awal 2026 seiring menurunnya aktivitas pemerintah dan kebijakan efisiensi dari korporasi.

Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, mengatakan tren perlambatan tersebut mulai terlihat meskipun data masih terbatas karena periode tahun berjalan masih berada di kuartal pertama.

“Ada kecenderungan ke arah penurunan. Kegiatan pemerintah yang biasanya menjadi pendorong utama MICE mulai berkurang, sementara korporasi juga melakukan efisiensi sehingga aktivitas meeting dan event di hotel ikut menurun,” ujar Ferry dalam acara media briefing yang digelar secara daring, Rabu (8/4/2026).

Namun demikian, dia menekankan bahwa perbandingan kinerja secara tahunan belum dapat dilakukan secara setara mengingat data 2026 belum sepenuhnya tersedia.

Baca Juga: Transformasi Hospitality Indonesia Hadapi Tekanan dan Peluang Baru

“Untuk melihat seberapa besar penurunannya dibandingkan tahun lalu, kita perlu menunggu sampai akhir tahun agar datanya lebih komprehensif,” katanya.

Di tengah tekanan tersebut, pelaku industri perhotelan mulai mengalihkan fokus ke pasar domestik. Strategi ini dinilai lebih realistis karena hotel tidak memiliki kendali atas faktor eksternal seperti harga tiket pesawat dan konektivitas penerbangan.

Menurut Ferry, wisatawan domestik cenderung memilih destinasi yang dapat dijangkau melalui jalur darat sebagai alternatif dari perjalanan udara yang relatif lebih mahal.

Di sisi lain, daya saing pariwisata nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama di destinasi utama seperti Bali. Permasalahan kemacetan, keterbatasan infrastruktur, hingga banjir dinilai mulai berdampak terhadap pengalaman wisatawan.

“Ada sejumlah keluhan dari wisatawan, terutama terkait kemacetan dan infrastruktur yang belum sepenuhnya siap. Ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi untuk meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Baca Juga : Colliers Indonesia Soroti Kebijakan WFH ASN, Ini Dampaknya ke Perkantoran Komersial

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap Bali yang menyumbang sekitar 45% kunjungan wisatawan mancanegara, pengembangan destinasi alternatif terus didorong. Salah satu yang mulai menunjukkan perkembangan adalah Labuan Bajo.

Ferry menilai kawasan tersebut mulai menarik investasi dan mengarah pada pengembangan pariwisata berbasis segmentasi khusus (niche tourism), bukan sekadar destinasi massal.

“Labuan Bajo mulai berkembang dan menarik investasi. Ini penting karena kita tidak bisa hanya mengandalkan Bali untuk meningkatkan jumlah wisatawan,” katanya.

Meski demikian, destinasi lain seperti Raja Ampat masih menghadapi tantangan dari sisi infrastruktur yang belum sekuat Bali.

Secara keseluruhan, sektor pariwisata dan perhotelan saat ini berada dalam fase transisi, di mana pelaku industri dituntut beradaptasi terhadap perubahan pola permintaan baik dari segmen korporasi, pemerintah, maupun wisatawan. (*)

Editor : Huda
Photo : Mora Group

redaksi

Recent Posts

ARTOTEL Thamrin Jakarta Hadirkan “Asian Delight!”, BBQ All You Can Eat Rp165 Ribu

TrenBisnis.co, JAKARTA — ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan program kuliner akhir pekan bertajuk “Asian Delight!”, sebuah…

7 jam ago

Novo Nordisk Gandeng OpenAI Percepat Penemuan Obat dengan Teknologi AI

TrenBisnis.co, JAKARTA — Perusahaan farmasi global Novo Nordisk menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI untuk mempercepat…

13 jam ago

Harga Rumah Sekunder Naik 1,6% pada Maret 2026, 11 Kota Jadi Motor Baru Pasar Properti

TrenBisnis.co, JAKARTA — Data laporan Flash Report April 2026 Rumah123 pasar properti sekunder Indonesia menunjukkan…

13 jam ago

Sinergi Warga dan Pemerintah di Kampung Mrican Sleman Jadi Model Pengembangan Ekonomi Kreatif

TrenBisnis.co, YOGYAKARTA — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengapresiasi transformasi Kampung Mrican…

15 jam ago

EJ Sport Perkuat Ekosistem Lari Lewat BTN JAKIM 2026

TrenBisnis.co. JAKARTA — EJ Sport, produk sports nutrition dari Kalbe Consumer Health, memperkuat perannya dalam…

1 hari ago

Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi dengan Starfindo untuk Perkuat Ekosistem Startup

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Asosiasi…

1 hari ago