Ekonomi Bisnis

Wamen Ekraf Dorong Upcycled Fashion Bali Tembus Pasar Global

TrenBisnis.co, JAKARTA — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mendorong penguatan industri fesyen berkelanjutan berbasis kreativitas lokal agar mampu bersaing di pasar internasional.

Salah satu yang mendapat perhatian pemerintah ialah jenama fesyen eksperimental asal Bali, Future Loundry, yang mengembangkan konsep upcycled fashion.

Dalam kunjungannya ke Bali, Sabtu (9/5/2026), Irene meninjau langsung proses kreatif dan produksi Future Loundry sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru melalui pengembangan industri berbasis kreativitas dan kekayaan intelektual (intellectual property/IP).

Wamen Ekraf Kreatif, Irene Umar mengunjungi Future Loundry pada Sabtu (9/5/2026).

Menurut Irene, Future Loundry menjadi contoh bagaimana kreativitas yang lahir dari budaya lokal dan subkultur anak muda dapat berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang memiliki daya saing global.

“Future Loundry merupakan contoh nyata bagaimana kreativitas yang berakar pada budaya lokal dan subkultur anak muda dapat bertransformasi menjadi ekosistem ekonomi yang tangguh,” ujar Irene dalam keterangan resmi, Sabtu (9/5/2026).

Dia menambahkan, pemerintah ingin memastikan inovasi di sektor upcycled fashion memperoleh dukungan yang tepat, termasuk dalam penguatan manajemen IP dan kolaborasi lintas industri, agar mampu menembus pasar internasional.

Dalam kunjungan tersebut, Irene juga melihat potensi pengembangan model bisnis fesyen berkelanjutan yang memanfaatkan teknik dekonstruksi pakaian bekas serta penggunaan material daur ulang.

Konsep tersebut dinilai selaras dengan tren industri mode global yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan.
Wamen Ekraf menilai identitas visual yang dibangun Future Loundry melalui perpaduan unsur tribal, sporty, anime, metal, hingga street culture memiliki daya tarik tersendiri bagi pasar generasi muda dunia.

“Kementerian akan terus memperkuat ekosistem ini agar lebih inklusif dan berdampak nyata bagi pelaku kreatif di Bali maupun nasional,” katanya.

Ia menegaskan, kekuatan ekonomi kreatif Indonesia tidak lagi hanya bertumpu pada simbol tradisional, tetapi juga kemampuan mengolah budaya menjadi inovasi modern yang relevan dengan perkembangan pasar global.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Staf Khusus Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Data, Jago Anggara, serta Tenaga Ahli Bidang Regulasi dan Kelembagaan, Dahana Esa Putera.

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

MGM Rayakan HUT Ke-23, Horison Hotels Perkuat Transformasi Digital dan Ekspansi Bisnis F&B

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Metropolitan Golden Management (MGM) melalui jaringan Horison Hotels Group merayakan hari…

5 menit ago

PEVS 2026 Digelar Oktober, PERIKLINDO Bidik Penguatan Ekosistem Kendaraan Listrik

TrenBisnis.co, JAKARTA — Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) bersama Dyandra Promosindo kembali menggelar PERIKLINDO…

16 jam ago

Wamen UMKM Luncurkan ACCES 2026, Targetkan Penyaluran Pembiayaan Rp70 Miliar

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali meluncurkan program Accelerating Capital…

16 jam ago

Kia Carens Tempuh 2.000 Km dalam 2 Bulan, Pengguna Puji Kenyamanan dan Fitur ADAS

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Kia Sales Indonesia mengungkap pengalaman pengguna The all-new Carens yang telah…

20 jam ago

New Balance Sulap ARTOTEL Casa Hangtuah Jadi Grey House dalam Program Grey Days 2026

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) selaku pemegang merek New Balance di…

1 hari ago

Wujudkan Ekosistem Layanan UMKM Terpadu, Aplikasi SAPA UMKM Diluncurkan

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian PPN/Bappenas resmi melakukan…

1 hari ago