LIFESTYLE

TikTok Lindungi Pengguna Lewat Edukasi, Fitur Keamanan, dan Kolaborasi Lintas Sektor

TrenBisnis.co, Jakarta – TikTok terus memperkuat perlindungan pengguna di Indonesia sepanjang 2025 melalui edukasi literasi digital, pembaruan fitur keamanan, serta kolaborasi strategis lintas sektor.

Upaya ini dilakukan untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman, positif, dan bertanggung jawab, khususnya bagi remaja.

Head of Public Policy and Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, mengatakan keamanan digital menjadi prioritas utama perusahaan.

“Keamanan pengguna tidak hanya soal menghapus konten berbahaya, tetapi memastikan seluruh pengguna, termasuk remaja, dapat berkreasi dan mengekspresikan diri di ruang digital yang aman dan positif,” ujarnya.

Sepanjang tahun ini, TikTok menjalankan tiga kampanye utama. Pertama, edukasi remaja dan orang tua melalui kampanye Seru Berkreasi dan #SalingJaga bersama Yayasan SEJIWA.

Program ini menjangkau lebih dari 1.600 pelajar SMA di Jabodetabek serta diperluas lewat kolaborasi dengan Yayasan Keluarga Kita untuk penguatan pengasuhan digital bagi orang tua di ratusan kota.

Kedua, TikTok bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI dalam kampanye #LawanJudol guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya judi online.

Pada semester pertama 2025, TikTok menghapus lebih dari 424 ribu konten perjudian, dengan lebih dari 99 persen ditindak secara proaktif sebelum dilaporkan pengguna.

Ketiga, melalui kampanye #PikirDuaKali, TikTok mendorong masyarakat lebih waspada terhadap penipuan online dengan memperkenalkan metode 3C: Cek, Cegah, Cegat. Hingga pertengahan 2025, TikTok menghapus 232 ribu konten penipuan dan lebih dari 180 ribu iklan berbayar yang melanggar kebijakan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi RI, Mediodecci Lustarini, mengapresiasi langkah TikTok yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga ruang digital yang aman dan positif.

Selain itu, TikTok juga memperkuat perlindungan di ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop melalui kampanye #BelanjaAman dan #JualanNyaman, termasuk penolakan sekitar 250 ribu pendaftaran akun penjual yang tidak memenuhi standar kepatuhan.

TikTok menegaskan akan terus memperkuat moderasi berlapis, transparansi penegakan kebijakan, serta kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas untuk membangun ekosistem digital yang lebih sehat. (Huda)

redaksi

Recent Posts

WOW Brand 2026 Soroti Humanisasi Brand di Era AI, Tekankan Peran Emosi dan Diferensiasi

TrenBisnis.co, JAKARTA — Seminar branding tahunan WOW Brand 2026 kembali digelar dengan mengangkat isu utama…

3 jam ago

Brand Elektronik Catat Lonjakan Penjualan hingga 200% di Tokopedia dan TikTok Shop

TrenBisnis.co, JAKARTA — Sejumlah brand elektronik mencatat pertumbuhan penjualan signifikan hingga 200% selama kampanye Tokopedia…

5 jam ago

ARTOTEL Thamrin Jakarta Hadirkan “Asian Delight!”, BBQ All You Can Eat Rp165 Ribu

TrenBisnis.co, JAKARTA — ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan program kuliner akhir pekan bertajuk “Asian Delight!”, sebuah…

19 jam ago

Novo Nordisk Gandeng OpenAI Percepat Penemuan Obat dengan Teknologi AI

TrenBisnis.co, JAKARTA — Perusahaan farmasi global Novo Nordisk menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI untuk mempercepat…

1 hari ago

Harga Rumah Sekunder Naik 1,6% pada Maret 2026, 11 Kota Jadi Motor Baru Pasar Properti

TrenBisnis.co, JAKARTA — Data laporan Flash Report April 2026 Rumah123 pasar properti sekunder Indonesia menunjukkan…

1 hari ago

Sinergi Warga dan Pemerintah di Kampung Mrican Sleman Jadi Model Pengembangan Ekonomi Kreatif

TrenBisnis.co, YOGYAKARTA — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengapresiasi transformasi Kampung Mrican…

1 hari ago