TrenBisnis.co, Jakarta – Standard Chartered secara resmi meluncurkan program Innofund di Indonesia untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia pada Rabu (17/9/2025) di ERIA Sentral Senayan, Jakarta.
Program ini didanai oleh Standard Chartered Foundation melalui Futuremakers by Standard Chartered, yang merupakan inisiatif global bank untuk mengatasi kesenjangan dan mendorong inklusi ekonomi.
Program ini memberikan fasilitas pembiayaan berupa pinjaman lunak mulai dari Rp 50 juta hingga Rp160 juta dengan suku bunga ramah wirausaha sebesar 0–2%, serta pelatihan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha.
Puni Ayu Anjungsari, Head of Corporate Affairs, Brand and Marketing, Standard Chartered Indonesia, dalam sambutannya mengatakan bahwa ini bagian dari komitmen Standard Chartered untuk mendukung pembangunan inklusif di Indonesia, karena pemberdayaan UMKM dan usaha sosial sangat penting untuk memperkuat perekonomian nasional.
Ia mengungkapkan bahwa potensi pertumbuhan UMKM di Indonesia sangat besar. Sektor ini menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional dan menyumbang hingga 61% terhadap PDB Indonesia. Angka tersebut menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia.
Baca Juga : Kementerian UMKM Perkuat Literasi Keuangan dan Digitalisasi UMKM
Puni berharap melalui Innofund, akan dapat membantu wirausaha muda mengatasi hambatan akses keuangan sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
Sementara menurut Wakhyu Budi Utami co-Founder Rumah Mokaf, bahwa pelaku UMKM meskipun memiliki peran penting, UMKM masih menghadapi berbagai tantangan kritis, termasuk keterbatasan literasi keuangan, kurangnya pelatihan dan pendampingan, keterbatasan fasilitas usaha di luar daerah Jawa, serta kesulitan dalam mengakses permodalan akibat regulasi yang kompleks.
Menurutnya, wirausaha perempuan menghadapi hambatan yang lebih besar lagi, seperti terbatasnya akses terhadap modal ventura, dominasi di sektor yang dinilai kurang dapat berkembang (scalable), serta model bisnis yang bergantung pada industri musiman yang menyebabkan arus kas usaha menjadi tidak stabil dan menyebabkan risiko keuangan lebih tinggi.
Pada peluncuran Innofund ini, sebanyak 12 UMKM dan wirausaha sosial berhasil lolos melalui proses seleksi yang ketat, kini mereka siap mengikuti pendampingan intensif selama enam bulan ke depan pada gelombang pertama ini.
Mereka hadir dengan berbagai inovasi yang beragam, mulai dari Ocean Pure yang mengubah limbah tulang ikan tuna menjadi produk kecantikan berbasis kolagen halal, We Love 4 Earth yang menawarkan solusi pengolahan limbah industri kecantikan melalui model ekonomi sirkular, hingga Electric Wheel yang menghadirkan mobilitas ramah lingkungan melalui penjualan dan konversi sepeda motor listrik di Bali.
Selain itu, terdapat pula usaha-usaha berbasis pemberdayaan komunitas, pertanian berkelanjutan, hingga startup teknologi yang berfokus pada manajemen air dan energi terbarukan.
Kedua belas UMKM ini diharapkan menjadi pionir lahirnya wirausaha berkelanjutan yang mampu memberikan dampak positif, tidak hanya pada sisi ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.
Selama tiga tahun ke depan, Innofund akan memberikan dukungan yang ditargetkan kepada wirausaha muda berusia 18–35 tahun dengan fokus pada wirausaha perempuan, penyandang disabilitas, serta wirausaha yang berada di luar kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. (Hd)
