Primaya Hospital Operasikan PLTS Kapasitas 300 kWp Sebagai Sumber Energi Alternatif

TrenBisnis.co, Bekasi – Primaya Hospital resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) seluas 2800 m2 di atap gedung rumah sakit dengan kapasitas 300 kWp. Ini merupakan rumah sakit pertama di Kota Bekasi dan rumah sakit swasta pertama di Jabodetabek yang menggunakan PLTS sebagai sumber energi alternatif.

PLTS tersebut diresmikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili oleh drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, selaku Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang berkesempatan hadir dan mengunjungi langsung lokasi panel surya di atap Primaya Hospital Bekasi Timur.

Panel surya tersebut dapat menghasilkan energi bersih sebanyak 524 ribu kWh setiap tahunnya atau setara dengan penekanan emisi karbon sebesar 469 ribu kilogram per tahun. Energi bersih sebanyak 524 ribu kWh setara dengan penggunaan listrik tahunan lebih dari 250 rumah atau perjalanan menggunakan mobil listrik lebih dari 2500 mil.

Baca Juga : Pertama di Indonesia Primaya Hospital Group Gunakan HMF untuk Pasien Gagal Jantung, Simak Ulasannya

Dengan penggunaan PLTS ini sama dengan menghemat lebih dari 300 Barel minyak dan mengurangi lebih dari 1.600 gram limbah nuklir Sebagai gambaran, penekanan emisi karbon yang dihasilkan dari pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya ini setara dengan dampak positif penanaman lebih dari 6.000 pohon.

Pada sambutannya, drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan “Dengan diresmikannya PLTS ini, Primaya Hospital dapat terus berkomitmen pada pengembangan teknologi ramah lingkungan dan menjadi pelopor dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan di sektor kesehatan. Kami berharap, langkah ini akan menginspirasi banyak pihak untuk ikut berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan.”

Baca Juga : Pertama di Indonesia Primaya Hospital Tangerang Resmikan Fasilitas Cath Lab

Pemanasan global merupakan proses peningkatan suhu bumi yang berlebihan, penyebabnya adalah gas rumah kaca yang berlebihan, bukan hanya gas rumah kaca penggunaan energi fosil yang terlalu banyak juga sangat berpengaruh, seperti batu bara dan minyak bumi.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan, total emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor industri Indonesia mencapai 238,1 juta ton CO2e di tahun 2022. Penggunaan panel surya dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan dampak lingkungan negatif lainnya yang dihasilkan dari sumber energi konvensional. Hal ini membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Eka Himawan, Managing Director Xurya menyampaikan “Kami harap sistem PLTS atap yang terpasang dapat membantu Primaya Hospital untuk terus memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dengan penuh kepedulian. PLTS atap ini menjadi salah satu bukti komitmen dan konsistensi dari Primaya Hospital untuk terus menjaga kesehatan, baik untuk individu maupun lingkungan. Kami bangga telah dipercaya oleh Primaya Hospital untuk menjadi mitra dalam pemasangan, pengoperasian, serta pemeliharaan sistem PLTS atap. PLTS atap yang terpasang di Primaya Hospital dipastikan akan beroperasi secara optimal hingga lebih dari 20 tahun mendatang.”

Leona A. Karnali, CEO Primaya Hospital Group mengatakan “Sesuai dengan tema anniversary Primaya Hospital Group yang ke-18 yaitu “Growing Stronger”, bertumbuh secara berkelangsungan itu esensial. Kita hidup peduli bagi sesama untuk saat ini maupun generasi ke depan. Maka, tahun 2024 ini Primaya Hospital berhasil mengoperasionalkan rumah sakit menggunakan tenaga surya berkapasitas. Panel Surya ini akan memenuhi lebih dari 20% dari kebutuhan listrik di Primaya Hospital Bekasi Timur. Selain itu, untuk mendukung strategi penghematan energi, kami juga menggunakan teknologi sensor pintar untuk mengoperasikan lampu penerangan, untuk menunjang penggunaan listrik yang lebih efisien. Besar harapan kami, upaya yang kami lakukan ini dapat bermanfaat untuk generasi di masa depan.”(*)

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

Mirae Asset: Tekanan Global Bayangi Pasar, Daya Beli Jadi Sorotan

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat tekanan eksternal masih membayangi pergerakan pasar…

4 jam ago

MORAZEN Surabaya Raih Piala Bergilir MORA Cup 2026

TrenBisnis.co, SIDOARJO — MORAZEN Surabaya keluar sebagai juara umum MORA Cup 2026 setelah mencatatkan perolehan…

4 jam ago

Penjualan Mobil Nasional Tembus 599.491 Unit, ASII Kuasai Hampir 50 Persen

TrenBisnis.co, JAKARTA — Penjualan mobil nasional mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang Januari–Agustus 2026. PT Astra International…

4 jam ago

MORA Group Perkuat Kekompakan Karyawan Lewat MORA Cup 2026

TrenBisnis.co, SIDOARJO — MORA Group mulai membangun agenda olahraga tahunan untuk memperkuat konektivitas karyawan lintas…

5 jam ago

Honda Jadi Perusahaan Pertama Raih 5 Bintang FIA Road Safety Index

TrenBisnis.co — Honda mencatat pencapaian baru di bidang keselamatan jalan raya setelah menjadi perusahaan pertama…

6 jam ago

ROCA ARTOTEL Yogyakarta Eksplorasi Cita Rasa Nusantara Lewat Pisang Kaleo dan Ayam Panggang Kecombrang

TrenBisnis.co, YOGYAKARTA — ROCA Restaurant di ARTOTEL Yogyakarta memperkuat daya tarik kulinernya melalui eksplorasi bahan…

1 hari ago