TrenBisnis.co, JAKARTA — P&G Health Indonesia menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya dan Universitas Padjadjaran (Unpad) guna meningkatkan kesiapan generasi apoteker dalam menghadapi kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks.
Kolaborasi yang diluncurkan bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional ini difokuskan pada penguatan pembelajaran aplikatif melalui Program Studi Profesi Apoteker.
Inisiatif tersebut mencakup pengembangan modul e-learning, video edukasi, serta materi pembelajaran terstruktur yang dapat diakses mahasiswa dan alumni.
Brand Director Health Care P&G Indonesia, Caroline Herlina, mengatakan kerja sama ini menjadi upaya untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik di lapangan.
“Apoteker memiliki peran penting dalam memastikan pasien mendapatkan informasi pengobatan yang tepat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan nyata pasien,” ujarnya di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Program ini menargetkan lebih dari 500 peserta hingga pertengahan 2026, mencakup mahasiswa profesi apoteker serta alumni yang telah berpraktik.
BACA JUGA : WINGS dan UNICEF Perluas Peningkatan Kesehatan di Sekolah
Dari sisi akademisi, Dekan Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya, Dr. dr. Felicia Kurniawan, M.Kes, menilai kolaborasi ini membawa pendekatan baru dalam metode pembelajaran.
Menurutnya, penggunaan e-learning dan materi berbasis kasus memungkinkan mahasiswa memahami penerapan ilmu farmasi secara langsung dalam pelayanan pasien.
Sementara itu, Universitas Padjadjaran mengawali kolaborasi melalui program e-learning bertema Patient Counseling & Rational Use of Oxymetazoline, yang berfokus pada penanganan rhinitis akut.
Prof. apt. Auliya A. Suwantika, MBA., PhD, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran mengatakan, kerja sama ini sebagai langkah awal untuk pengembangan kolaborasi lebih luas, termasuk riset dan edukasi masyarakat.
“Kami melihat kolaborasi ini sebagai langkah awal yang penting dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam aspek konseling pasien dan penggunaan obat yang rasional. Ke depan, kami berharap kerjasama ini dapat berkembang ke inisiatif yang lebih luas, termasuk riset dan edukasi masyarakat,” ujar Prof. apt. Auliya.
BACA JUGA : Halodoc Ungkap 95% Kebutuhan Medis Bisa Diselesaikan Secara Digital
Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Noffrendi Roestam, menilai kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memperkuat peran apoteker sebagai mitra kesehatan, bukan sekadar penyedia obat.
Hal senada disampaikan Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., Ph.D menekankan pentingnya sinergi antara industri, akademisi, dan pemerintah dalam membangun ekosistem kesehatan berbasis riset.
Ke depan, P&G Health Indonesia berencana memperluas program melalui pengembangan modul lanjutan, kolaborasi riset, serta inisiatif edukasi masyarakat guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, SURABAYA — Hotel Aloft Surabaya Pakuwon City bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan…
TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Metropolitan Golden Management (MGM) melalui jaringan Horison Hotels Group merayakan hari…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) bersama Dyandra Promosindo kembali menggelar PERIKLINDO…
TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali meluncurkan program Accelerating Capital…
TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Kia Sales Indonesia mengungkap pengalaman pengguna The all-new Carens yang telah…
TrenBisnis.co, JAKARTA — PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) selaku pemegang merek New Balance di…