TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pemulihan kepercayaan investor di tengah volatilitas global tidak cukup mengandalkan intervensi pasar semata.
Stabilitas pasar dinilai sangat bergantung pada predictability kebijakan serta sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, dan energi.
Pandangan tersebut disampaikan Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, dalam forum ekonomi yang digelar di Jakarta pada Selasa (28/4/2026).
Rully menyoroti pergerakan IHSG sepanjang 2025 hingga awal 2026 yang sempat mencapai level all-time high (ATH). Namun, menurutnya, kenaikan tersebut tidak sepenuhnya ditopang oleh fundamental ekonomi yang kuat.
Sebaliknya, reli pasar lebih dipengaruhi faktor teknikal terkait MSCI, yang memicu diskoneksi antara pasar saham dan kondisi makroekonomi riil. Situasi ini membuat pasar menjadi lebih rentan saat tekanan eksternal meningkat.
Tekanan Global Meningkat, Rupiah dan Minyak Jadi Sorotan
Memasuki 2026, tekanan global kian terasa seiring lonjakan harga minyak mentah Brent dan pelemahan nilai tukar rupiah.
• IHSG YTD (per 30 Maret 2026): -18,49%
• Rupiah (29 April 2026): Rp17.270–Rp17.304/US$
• Rekor terendah rupiah: Rp17.002/US$
• Harga minyak Brent: US$115,48/barel (30 Maret 2026)
• Net foreign sell: Rp32,9 triliun
• Proyeksi pertumbuhan Indonesia versi OECD: 4,8%
Menurut Rully, kondisi tersebut berpotensi membuat sejumlah asumsi makro pemerintah meleset, terutama terkait nilai tukar dan harga minyak yang telah melampaui target dalam APBN.
“Indonesia masih tumbuh positif, namun dengan adanya shock global ini, penyesuaian proyeksi harus dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Sektor Rentan dan Tahan Tekanan
Dari sisi sektoral, Mirae Asset menilai sektor manufaktur menjadi yang paling rentan, terutama industri berbasis bahan baku plastik seperti packaging. Pelemahan rupiah dan kenaikan harga energi diperkirakan akan mendorong lonjakan biaya produksi.
Sebaliknya, sektor komoditas seperti emas, logam, dan pertambangan dinilai masih relatif tahan. Sektor telekomunikasi juga dipandang memiliki ketahanan lebih baik di tengah tekanan pasar saat ini.
Transparansi Jadi Kunci Tarik Investor Asing
Selain faktor makro, Mirae Asset juga menyoroti pentingnya peningkatan transparansi pasar. Langkah Self-Regulatory Organization (SRO) dalam membuka kepemilikan saham dinilai sebagai sentimen positif.
Upaya ini diyakini dapat memperkuat kepercayaan investor institusional asing serta meningkatkan kredibilitas pasar Indonesia di mata global, termasuk bagi indeks MSCI.
Meski demikian, stabilitas jangka panjang tetap ditentukan oleh koordinasi kebijakan yang konsisten, terintegrasi, dan dapat diprediksi antara otoritas fiskal, moneter, dan energi.
Editor : Huda
TrenBisnis.co, JAKARTA — SKY 26 Coffee menghadirkan program Member Card dengan penawaran diskon 20% dan…
TrenBisnis.co Jakarta - Menikmati kopi sambil melihat panorama kota dari ketinggian bisa menjadi pilihan untuk…
TrenBisnis.co, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif memfasilitasi 57 pertemuan bisnis antara 26 startup Indonesia dan…
TrenBisnis.co, JAKARTA – ASTON Kemayoran City Hotel menawarkan paket perjalanan wisata ke Kepulauan Seribu yang…
TrenBisnis.co, Jakarta - Mimpi beribadah ke Tanah Suci menjadi kenyataan bagi 11 orang pemenang program…
TrenBisnis.co, JAKARTA – Halodoc mengapresiasi mitra dokter yang telah melayani lebih dari 100.000 konsultasi melalui…