Menteri UMKM Tegaskan Pentingnya Sterilisasi Pasar dari Produk Impor

TrenBisnis.co, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan perlunya sterilisasi pasar domestik dari dominasi produk impor untuk melindungi pelaku UMKM dan industri lokal. Pernyataan ini disampaikan dalam sesi pembicara kunci pada Rapimnas Kadin 2025.

Maman menyoroti sektor fesyen sebagai industri yang paling terdampak, khususnya akibat maraknya baju bekas impor dan produk white label yang masuk tanpa pengawasan.

Data menunjukkan lonjakan drastis impor baju bekas, dari 7 ton pada 2021 menjadi 3.600 ton pada 2024, serta sudah mencapai 1.800 ton hingga Agustus 2025.

Ia menilai derasnya produk impor—terutama dari China—semakin menekan pelaku UMKM yang justru dibebani persyaratan perizinan ketat seperti NIB, SNI, dan sertifikasi BPOM.

Baca Juga : Menteri UMKM Tekankan Asuransi sebagai Instrumen Penting Keberlanjutan Usaha

Menteri Maman menegaskan bahwa program pembiayaan, pelatihan, maupun pemasaran UMKM tidak akan efektif selama pasar masih dipenuhi produk impor yang tidak diawasi.

Ia mendorong penutupan keran impor yang mengganggu pasar dan memperkuat perlindungan bagi produsen lokal.

Pemerintah juga menyiapkan kebijakan pembatasan impor yang disertai penetapan sektor strategis yang tetap diperbolehkan untuk impor guna menjaga keseimbangan industri. Selain itu, UMKM didorong masuk dalam rantai pasok usaha besar untuk meningkatkan daya saing nasional.

Baca Juga : Kementerian UMKM dan Kemendag Berkomitmen Perkuat Pelindungan UMKM

Langkah penguatan pasar ini dinilai penting mengingat kondisi ekonomi terkini: 23,85 juta penduduk miskin dan 7,28 juta pengangguran produktif pada 2025, serta menurunnya lapangan kerja baru dan mengecilnya kelas menengah dalam lima tahun terakhir.

UMKM disebut sebagai pilar ekonomi inklusif yang mampu menjawab tantangan tersebut. Pemerintah menegaskan komitmen untuk memberikan perlindungan agar UMKM dapat menjadi pemain utama di negeri sendiri. (*)

Editor : Huda
Dok : Humas Kementerian UMKM

redaksi

Recent Posts

Concord Industry Tetap Ekspansif di Tengah Lonjakan Harga Gas dan Pelemahan Rupiah

TrenBisnis.co, KARAWANG — Produsen keramik dan granit PT Concord Industry tetap optimistis menjaga ekspansi bisnis…

1 hari ago

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kreatif Jakarta Melalui Kolaborasi Global

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk memperkuat pengelolaan…

2 hari ago

Tiga Model Honda Ini Jadi Jawara di Otomotif Award 2026

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali menorehkan prestasi di industri otomotif nasional…

2 hari ago

IKA Unpad Bentuk Forum Ekonomi Hijau, Dorong Kolaborasi Percepat Transisi Ekonomi Berkelanjutan

TrenBisnis.co, JAKARTA — Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) menginisiasi pembentukan Forum Ekonomi Hijau (FEH)…

2 hari ago

PUDP Tetapkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru 2026–2029, Tebar Dividen Rp1 per Saham

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Pudjiadi Prestige Tbk. (PUDP) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp1 per…

3 hari ago

Industri Wellness Indonesia Tumbuh Pesat, Bali Didorong Jadi Pusat Kesehatan Dunia

TrenBisnis.co, DENPASAR — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Bali menjadi pusat industri…

3 hari ago