Ekonomi Bisnis

Investasi Property Naik 7,2 %, Tata Ruang Jadi Panduan Pembangunan Menuju Indonesia Emas

TrenBisnis.co, Jakarta – Peringatan Hari Tata Ruang Nasional tahun ini menjadi momentum penting di tengah meningkatnya investasi di sektor properti Indonesia.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi sektor properti pada 2024 mencapai Rp122,9 triliun atau sekitar 7,2% dari total investasi nasional yang menjadikannya salah satu sektor dengan kontribusi terbesar bagi perekonomian.

Namun, peningkatan investasi ini perlu berjalan seiring dengan arah tata ruang wilayah yang berkelanjutan. Sesuai UU RPJPN 2025–2045, tata ruang kini menjadi kunci dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan ekologi, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi.

Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, dalam keterangan tertulisnya pada (8/11) menegaskan bahwa tata ruang perlu menjadi “panglima” dalam setiap keputusan pembangunan dan investasi.

Namun, peningkatan investasi tersebut juga menimbulkan tantangan baru dalam pengelolaan ruang. Para pakar menilai, pertumbuhan ini harus sejalan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan tetap terkendali dan berkelanjutan.

“Tata ruang seharusnya menjadi kompas utama dalam menentukan arah pertumbuhan ekonomi. UU RPJPN 2025-2045 sudah menegaskan pentingnya keseimbangan antara pemerataan wilayah dan ketahanan ekologi. Pembangunan yang mengikuti arah tata ruang akan menciptakan pertumbuhan yang lebih inklusif dan berdaya tahan,” ujar Marisa.

Menurut Marisa, arah pembangunan yang lebih berkelanjutan juga mulai tercermin dalam perilaku pasar properti Indonesia.

Berdasarkan data internal Rumah123, pada H1 2025, permintaan terhadap kawasan di sekitar stasiun LRT Jakarta-Depok-Bekasi meningkat hingga 1,8 kali lipat dibandingkan H1 2024, dan tumbuh 24,8 persen dibandingkan H2 2024.

Baca Juga : PropVaganza 2025 by Rumah123 Dukung Generasi Muda Berinvestasi Property

Sementara itu, kawasan sekitar MRT Jakarta mencatatkan pertumbuhan minat hingga 1,5 kali lipat dibandingkan H1 2024, dengan peningkatan 11,8 persen dibandingkan semester sebelumnya.

“Tren ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap aspek keberlanjutan dan kualitas ruang semakin tinggi dalam menentukan pilihan hunian,” tambah Marisa.

Selain preferensi terhadap akses transportasi publik, masyarakat juga semakin memprioritaskan hunian yang terjangkau di kawasan yang tertata baik.

Pada H1 2025, proporsi minat terhadap rumah di segmen harga Rp400 juta-Rp1 miliar meningkat 45,6 persen, naik dari 41,2 persen di H1 2024 dan 40,2 persen di H2 2024.

Fenomena ini mencerminkan pergeseran orientasi pasar dari sekadar investasi jangka pendek menjadi kebutuhan hunian yang relevan dengan konsep kota berkelanjutan.

Pembeli sekarang lebih kritis. Mereka tidak hanya mempertimbangkan harga atau ukuran rumah, tetapi juga memperhatikan konteks ruang di sekitarnya.

Baca Juga : Tren Baru Hunian di Pinggiran Kota: Infrastruktur dan Akses Jadi Prioritas Utama

“Akses transportasi publik, kesiapan infrastruktur, dan potensi risiko bencana kini menjadi pertimbangan penting. Ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya tata ruang sudah mulai tumbuh di tingkat konsumen,” jelas Marisa.

Tata ruang yang baik tidak hanya memastikan efisiensi investasi, tetapi juga menjamin kualitas hidup masyarakat dan daya saing kota di masa depan.

Dalam konteks ini, Rumah123 berperan sebagai jembatan antara masyarakat, pengembang, dan arah pembangunan nasional. Melalui riset, analisis tren, dan edukasi publik, Rumah123 berkomitmen membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih cerdas dan sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa pembangunan yang baik selalu berawal dari pemahaman ruang yang tepat. Lewat riset dan data, Rumah123 ingin mendorong kesadaran publik bahwa rumah ideal bukan hanya soal harga dan lokasi, tetapi juga tentang arah perkembangan kawasan dan keberlanjutan lingkungan,” tutup Marisa.

Rumah123 juga secara rutin menghadirkan laporan bulanan Flash Report by Rumah123, yang memotret pergerakan tren pencarian dan permintaan properti di berbagai wilayah Indonesia.

Laporan ini menjadi acuan bagi masyarakat, pengembang, maupun pelaku industri untuk memahami dinamika pasar properti secara lebih akurat dan berbasis data.

Sebagai bagian dari 99 Group, Rumah123 terus memperkuat perannya dalam menyediakan data, analisis pasar, dan wawasan yang relevan bagi publik.

Melalui komitmen terhadap transparansi informasi dan edukasi, Rumah123 mendukung terciptanya ekosistem properti yang sehat, inklusif, dan selaras dengan visi pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Informasi dan pilihan hunian juga dapat diakses dengan mudah melalui website Rumah123.com maupun Aplikasi Rumah123, yang membantu masyarakat menemukan hunian sesuai kebutuhan dan preferensi dengan lebih cepat dan efisien. (*)

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

ARTOTEL Thamrin Jakarta Hadirkan “Asian Delight!”, BBQ All You Can Eat Rp165 Ribu

TrenBisnis.co, JAKARTA — ARTOTEL Thamrin Jakarta menghadirkan program kuliner akhir pekan bertajuk “Asian Delight!”, sebuah…

13 jam ago

Novo Nordisk Gandeng OpenAI Percepat Penemuan Obat dengan Teknologi AI

TrenBisnis.co, JAKARTA — Perusahaan farmasi global Novo Nordisk menjalin kemitraan strategis dengan OpenAI untuk mempercepat…

18 jam ago

Harga Rumah Sekunder Naik 1,6% pada Maret 2026, 11 Kota Jadi Motor Baru Pasar Properti

TrenBisnis.co, JAKARTA — Data laporan Flash Report April 2026 Rumah123 pasar properti sekunder Indonesia menunjukkan…

18 jam ago

Sinergi Warga dan Pemerintah di Kampung Mrican Sleman Jadi Model Pengembangan Ekonomi Kreatif

TrenBisnis.co, YOGYAKARTA — Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengapresiasi transformasi Kampung Mrican…

20 jam ago

EJ Sport Perkuat Ekosistem Lari Lewat BTN JAKIM 2026

TrenBisnis.co. JAKARTA — EJ Sport, produk sports nutrition dari Kalbe Consumer Health, memperkuat perannya dalam…

1 hari ago

Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi dengan Starfindo untuk Perkuat Ekosistem Startup

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Asosiasi…

1 hari ago