Gaya Hidup

Industri Kesehatan 2026 Makin Selektif, BMHS Fokus Kualitas dan Inovasi

TrenBisnis.co, Jakarta — Memasuki 2026, industri kesehatan Indonesia bergerak ke fase yang semakin matang dan selektif. Pertumbuhan tidak lagi didorong oleh ekspansi agresif, melainkan oleh kemampuan penyedia layanan dalam menjaga kualitas layanan, keselamatan pasien, serta keberlanjutan jangka panjang.

Sejalan dengan itu, pemerintah terus memperkuat sektor kesehatan melalui peningkatan alokasi anggaran APBN 2026 untuk mendukung program nasional seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), cek kesehatan gratis, revitalisasi fasilitas layanan, serta penanganan isu kesehatan prioritas.

Layanan NICU RSIA Bunda Jakarta (istimewa)

Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan akses layanan sekaligus mendorong kesiapan penyedia layanan dalam meningkatkan kapabilitas klinis.

President Director PT Bundamedik Tbk (BMHS – Bundamedik Healthcare System), Agus Heru Darjono, menilai bahwa diferensiasi industri kesehatan kini ditentukan oleh konsistensi kualitas layanan.

Baca Juga: RSU Bunda Jakarta Hadirkan Inovasi Robotic untuk Kanker Payudara, Simak Keunggulannya!

“Industri kesehatan memasuki fase yang semakin matang, di mana diferensiasi tidak lagi ditentukan oleh kecepatan ekspansi, melainkan konsistensi dalam menjaga mutu layanan dan keselamatan pasien. BMHS fokus mengembangkan layanan yang terintegrasi dan berkelanjutan sesuai kebutuhan keluarga di setiap fase kehidupan,” ujar Agus.

Merespons meningkatnya kompleksitas kebutuhan medis, BMHS menjadikan pengembangan layanan medis tingkat lanjut sebagai fokus strategis.

Sepanjang 2025, BMHS menghadirkan layanan seperti transplantasi ginjal serta Robotic Skin Sparing Mastectomy pertama di Asia Tenggara, didukung penguatan SDM dan pemanfaatan teknologi medis presisi.

Baca Juga : Primaya Hospital Tangerang Menambah Fasilitas Pelayanan Thalasemia

Di tengah tantangan peningkatan biaya operasional, BMHS tetap optimistis mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit pada 2026 dengan menjaga profitabilitas dan arus kas yang sehat. Strategi ini dijalankan melalui optimalisasi aset eksisting dan penambahan kapasitas tempat tidur secara bertahap hingga 2027.

BMHS juga terus memperkuat layanan unggulan ibu dan anak sebagai fondasi continuity of care, salah satunya melalui layanan NICU RSIA Bunda Jakarta yang melayani rata-rata 250–300 bayi berisiko tinggi per tahun.

Melalui penguatan riset, publikasi ilmiah, pengabdian masyarakat, serta tata kelola dan perlindungan data yang solid, BMHS menegaskan arah pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan. (*)

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

ROCA ARTOTEL Yogyakarta Eksplorasi Cita Rasa Nusantara Lewat Pisang Kaleo dan Ayam Panggang Kecombrang

TrenBisnis.co, YOGYAKARTA — ROCA Restaurant di ARTOTEL Yogyakarta memperkuat daya tarik kulinernya melalui eksplorasi bahan…

17 jam ago

Swiss-Belhotel International Bidik 530 Hotel pada 2033, Anggota Loyalitas Tembus 5 Juta

TrenBisnis.co, JAKARTA — Swiss-Belhotel International memasuki usia ke-39 dengan membidik ekspansi jaringan hotel secara agresif.…

20 jam ago

Bali Naik ke Posisi Ketiga Destinasi Asia Paling Sering Dikunjungi Ulang

TrenBisnis.co, JAKARTA — Bali semakin mengukuhkan daya tariknya di pasar pariwisata Asia. Data Agoda menunjukkan…

21 jam ago

Honda Bawa Super-ONE ke GIIAS Bandung, Dibanderol Rp438,6 Juta

TrenBisnis.co, BANDUNG — Honda Bandung Center membawa mobil listrik kompak Honda Super-ONE ke ajang GAIKINDO…

22 jam ago

Rumah123 Gelar Harpropnas Fest 2026, Tawarkan 30 Proyek Properti dan Solusi KPR

TrenBisnis.co, JAKARTA — Platform properti Rumah123 kembali menggelar Rumah123 Harpropnas Fest 2026 Sponsored by balé…

2 hari ago

Kanker Anak Hambat Pendidikan, Pita Kuning Buka Jalan Baru Raih Mimpi

TrenBisnis.co, JAKARTA — Penyakit kanker pada anak tidak hanya menjadi persoalan kesehatan. Pengobatan yang berlangsung…

2 hari ago