FWD Insurance dan Kadence International Ungkap Studi Program Nasabah Asuransi, Inilah Hasilnya

TrenBisnis.co, Jakarta – PT FWD Insurance Indonesia (“FWD Insurance”) bekerja sama dengan PT Kadence International (“Kadence International”), mengungkap studi Customer Program Research untuk menjelaskan tentang program nasabah yang diharapkan, serta apa saja yang memengaruhi dalam menjaga loyalitas nasabah.

Rudy F. Manik selaku Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance menjelaskan bahwa saat ini belum ada formula pasti bagi industri asuransi dalam menjaga loyalitas dan keterlibatan individu sebagai pengguna produk asuransi.

“Kami bekerja sama dengan Kadence International melakukan studi Customer Program Research untuk memahami program seperti apa yang diinginkan yang dapat mempertahankan loyalitas dan keterlibatan nasabah, sekaligus meningkatkan daya tarik kepada nasabah yang relevan dengan kebutuhannya.” ujar Rudi saat Media Briefing Customer Program Research di Kila-kila by Akasya, SCBD, Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Studi ditujukan kepada individu pemilik asuransi jiwa untuk mengeksplorasi jenis program yang dapat mendorong partisipasi dan berdampak pada loyalitas serta keterlibatan individu.

Studi juga ditujukan kepada individu non-pemilik asuransi jiwa untuk mengeksplorasi jenis program yang dapat menarik untuk membeli produk asuransi jiwa.

Di dalam studi tersebut, terungkap preferensi masyarakat Indonesia dalam hal asuransi, baik yang telah memiliki polis asuransi individu maupun yang berencana membeli asuransi.

Sementara, Safiudin Alwi, Head of Business Acceleration Kadence International menyatakan, “Temuan dalam studi ini diharapkan dapat menjadi insight yang berharga untuk meningkatkan inklusi keuangan di industri asuransi jiwa. Aspirasi nasabah menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan untuk menjalankan bisnis jangka panjang yang berkelanjutan.”

Dari hasil studi terungkap bahwa 93% responden memilih keamanan dan stabilitas keuangan sebagai prioritas hidup. Selain itu sebanyak 55% memprioritaskan untuk memiliki asuransi & dana medis, termasuk persiapan dana darurat kesehatan.
Tak hanya itu, terdapat perbedaan preferensi dari sisi usia, di mana pada usia 25-35 tahun berfokus pada menabung untuk menyiapkan kebutuhan masa depan, sedangkan 45-50 tahun lebih serius dalam menyiapkan dana medis dan memiliki asuransi, sekaligus mengelola tabungan untuk modal usaha.

Terkait kepemilikan produk keuangan dan pemahaman tentang asuransi, responden menyatakan, setidaknya memiliki enam produk keuangan, di mana asuransi menempati posisi lima teratas produk keuangan yang dimiliki, selain rekening tabungan, pembayaran digital, pembayaran fisik, dan produk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Dalam hal produk asuransi, sebanyak 82% responden menyatakan memahami hal-hal mendasar tentang asuransi, salah satunya tentang perbedaan antara tabungan dan asuransi. 

Untuk faktor yang mempengaruhi pembelian produk asuransi, responden menyatakan bahwa faktor eksternal seperti cerita atau pengalaman yang didapat dari orang terdekat (keluarga, kerabat, atau teman) menjadi faktor yang paling memengaruhi, disusul informasi dari media sosial, termasuk dari pemengaruh (influencer).

Dalam hal preferensi program nasabah, responden memiliki ekspektasi yang besar pada program pemeliharaan kesehatan (wellness), program promosi, serta pengalaman asuransi yang eksklusif.

Kepuasan pada program loyalitas nasabah 93 persen responden menyatakan puas. Hal senada juga ditemukan pada responden yang belum memiliki asuransi di mana program loyalitas nasabah memiliki pengaruh yang besar terhadap keputusan dalam membeli asuransi.

“Hasil studi ini menjadi daya dorong kami untuk senantiasa berfokus pada nasabah dengan dukungan teknologi. Hal ini merupakan upaya kami dalam mewujudkan visi mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi.” Tutup Rudy. (*)

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

XPENG Operasikan Lini Produksi Robot Humanoid, IRON Siap Produksi Massal

TrenBisnis.co, GUANGZHOU — XPENG Inc. mulai mengoperasikan lini produksi robot humanoid sebagai bagian dari langkah…

2 hari ago

McEasy Kantongi Pendanaan 9 Juta Dolar AS, Ekraf Dorong Ekspansi Teknologi ke Pasar Global

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendorong perusahaan teknologi Indonesia mempercepat pengembangan…

3 hari ago

Mirae Asset: Tekanan Global Bayangi Pasar, Daya Beli Jadi Sorotan

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat tekanan eksternal masih membayangi pergerakan pasar…

3 hari ago

MORAZEN Surabaya Raih Piala Bergilir MORA Cup 2026

TrenBisnis.co, SIDOARJO — MORAZEN Surabaya keluar sebagai juara umum MORA Cup 2026 setelah mencatatkan perolehan…

3 hari ago

Penjualan Mobil Nasional Tembus 599.491 Unit, ASII Kuasai Hampir 50 Persen

TrenBisnis.co, JAKARTA — Penjualan mobil nasional mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang Januari–Agustus 2026. PT Astra International…

3 hari ago

MORA Group Perkuat Kekompakan Karyawan Lewat MORA Cup 2026

TrenBisnis.co, SIDOARJO — MORA Group mulai membangun agenda olahraga tahunan untuk memperkuat konektivitas karyawan lintas…

3 hari ago