Data Allianz: Pergeseran Risiko Banjir Ancam Aset Masyarakat

TrenBisnis.co, Jakarta – Banjir kini tidak lagi identik dengan wilayah langganan. Data klaim Allianz Utama Indonesia menunjukkan terjadinya pergeseran signifikan wilayah terdampak bencana, seiring meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di berbagai daerah yang sebelumnya dianggap relatif aman dari risiko banjir.

Bali, yang selama ini dikenal sebagai pusat pariwisata nasional, justru mencatat lonjakan klaim asuransi akibat banjir dan longsor. Hingga Desember 2025, total klaim asuransi properti dan kendaraan di Bali diperkirakan mencapai Rp22 miliar, dengan Badung, Denpasar, dan Gianyar sebagai kontributor terbesar.

Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Pada kuartal akhir 2025, hujan ekstrem memicu banjir di Bima (Nusa Tenggara Timur) serta beberapa wilayah di Kalimantan Selatan, menegaskan bahwa risiko banjir tidak lagi bersifat lokal atau musiman.

Perubahan ini mencerminkan pergeseran lanskap risiko di Indonesia—dari risiko yang sebelumnya terlokalisasi menjadi risiko yang semakin tidak terduga dan meluas, dengan implikasi finansial yang signifikan bagi pemilik aset.

Baca Juga : Allianz Indonesia Gandeng AllianzGI untuk Perkuat Pengelolaan Portofolio Investasi

“Yang berubah bukan hanya intensitas hujan, tetapi juga pola risikonya. Ketika banjir bisa terjadi di area yang sebelumnya dianggap aman, asuransi properti dan kendaraan perlu dilihat sebagai bagian dari manajemen risiko, bukan sekadar perlindungan tambahan,” ujar Ignatius Hendrawan, Direktur dan Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia.

Dalam konteks ini, asuransi semakin berperan sebagai instrumen pengelolaan risiko finansial, khususnya bagi rumah dan kendaraan yang merupakan aset bernilai tinggi. Biaya perbaikan akibat banjir kerap muncul secara tiba-tiba dan dapat menjadi tekanan finansial besar apabila tidak dipersiapkan sejak awal.

Baca Juga : Menteri UMKM Tekankan Asuransi sebagai Instrumen Penting Keberlanjutan Usaha

Allianz Utama Indonesia menilai, meningkatnya ketidakpastian cuaca menuntut perubahan cara pandang masyarakat terhadap perlindungan aset. Risiko banjir kini bersifat lintas wilayah dan waktu, sehingga kesiapan finansial menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.

“Perlindungan bukan tentang seberapa besar kemungkinan risiko terjadi, tetapi tentang kesiapan ketika risiko itu datang. Inilah kesadaran yang terus kami dorong sebagai bagian dari komitmen Allianz Utama dalam memberikan rasa tenang bagi nasabah dan masyarakat,” tutup Ignatius. (*)

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

BFGoodrich KO3 Tempuh 630 Km Lintasi Thailand-Laos, Uji Ketangguhan di Medan Off-Road

TrenBisnis.co, JAKARTA — BFGoodrich menguji kemampuan ban All-Terrain T/A KO3 melalui perjalanan lintas negara sejauh…

13 jam ago

Promo Halloween Aston Kemayoran Rp899.000, Berlaku 25 Oktober–2 November 2026

TrenBisnis.co, JAKARTA — Aston Kemayoran City Hotel Jakarta menawarkan promo Halloween 2026 bertajuk Halloween Stay…

20 jam ago

Permata Bank Tutup Wealth Wisdom 2026, Soroti Strategi Kelola Kekayaan Lintas Generasi

TrenBisnis.co, JAKARTA — PT Bank Permata Tbk. (Permata Bank) memperkuat edukasi pengelolaan kekayaan atau wealth…

1 hari ago

Kementerian UMKM Gandeng Barantin Permudah Persyaratan Ekspor

TrenBisnis.co, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjajaki integrasi platform SAPA UMKM…

1 hari ago

En Dining Rayakan 22 Tahun, Pertahankan Cita Rasa Jepang Terinspirasi Okinawa

TrenBisnis.co, JAKARTA — Restoran Jepang premium En Dining merayakan perjalanan 22 tahun di Indonesia dengan…

1 hari ago

JETOUR Perkuat Strategi Travel+ Lewat Inovasi Teknologi dan Ekosistem Perjalanan

TrenBisnis.co, JAKARTA — JETOUR memperkuat strategi Travel+ dengan mengintegrasikan inovasi teknologi otomotif, pengembangan produk, dan…

2 hari ago