Ekonomi Bisnis

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

TrenBisnis.co, MEDAN — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Sumatera Utara. Program ini menjadi jembatan bagi pelaku usaha hasil inkubasi untuk mengakses pembiayaan, pasar, teknologi, perizinan, sertifikasi, hingga kemitraan usaha.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan Bursa Wirausaha Unggulan tidak sekadar menjadi ajang seminar atau pameran, tetapi bagian dari proses berkelanjutan untuk memastikan wirausaha yang telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan dapat mengembangkan bisnis secara produktif.

“Kita mencoba menjadikan lembaga-lembaga inkubasi ini untuk menyiapkan sekitar 500 UMKM agar mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan secara komprehensif, mulai dari perizinan, legalisasi, teknologi, peningkatan produksi, pelatihan, hingga akses pemasaran,” ujar Maman dalam Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Sumatera Utara di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, Kementerian UMKM mengoptimalkan lembaga inkubasi di dalam maupun luar kampus untuk memperluas pendampingan terhadap sekitar 57 juta UMKM di Indonesia. Khusus di Sumatera Utara, terdapat 17 lembaga inkubator yang berpotensi memperkuat ekosistem kewirausahaan daerah.

Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Sumatera Utara di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8/2026). (istimewa)

Penguatan tersebut dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, memperkuat fondasi usaha melalui inkubasi, pendampingan, dan PRO-KESRA Produktif. Kedua, membuka akses pertumbuhan melalui Bursa Wirausaha Unggulan. Ketiga, memperkuat pendampingan pascainkubasi melalui SAPA UMKM.

Maman menuturkan Bursa Wirausaha Unggulan juga menghadirkan business matching agar pelaku usaha yang telah siap dapat bertemu langsung dengan calon mitra, pembeli, lembaga pembiayaan, penyedia teknologi, hingga jejaring pemasaran dan logistik.

Dia menekankan bahwa keberhasilan program kewirausahaan tidak cukup diukur dari jumlah peserta maupun produk yang dipamerkan. Indikator yang lebih penting adalah tindak lanjut berupa pembiayaan, transaksi, kemitraan, pembukaan pasar baru, serta peningkatan skala usaha.

Penyaluran KUR Sumut Capai Rp11 Triliun

Dalam kesempatan tersebut, Maman juga memaparkan perkembangan akses pembiayaan UMKM di Sumatera Utara. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di provinsi tersebut telah mencapai sekitar Rp11 triliun kepada sekitar 168.000 debitur.

Dari total penyaluran tersebut, sekitar Rp7,56 triliun mengalir ke sektor produksi. Sementara itu, melalui Bank Sumut, penyaluran KUR telah mencapai sekitar Rp954 miliar atau mendekati Rp1 triliun.

Melihat capaian tersebut, Kementerian UMKM akan mengupayakan peningkatan kuota KUR Bank Sumut menjadi sekitar Rp2 triliun untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di Sumatera Utara.

Maman menambahkan, penguatan kewirausahaan nasional juga memiliki landasan melalui Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Pemerintah menargetkan rasio kewirausahaan mencapai 3,6% pada 2029 dan 8% pada 2045.

“Kolaborasi tidak boleh berhenti pada penandatanganan, rapat, dan logo bersama. Kolaborasi harus membuka akses, melahirkan transaksi, memperluas pasar, menghadirkan pembiayaan, dan menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.

99,55% UMKM Sumut Masih Usaha Mikro

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan daerahnya memiliki sekitar 1,4 juta UMKM dengan rasio kewirausahaan 4,1%. Sektor tersebut menyerap lebih dari 2 juta tenaga kerja.

Namun, sekitar 99,55% UMKM di Sumatera Utara masih berada pada kategori usaha mikro. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mendorong lebih banyak usaha mikro naik menjadi usaha kecil dan usaha kecil berkembang menjadi usaha menengah.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung program pemerintah pusat agar UMKM terus bertumbuh, dari mikro menjadi kecil dan dari kecil menjadi menengah,” kata Bobby.

Dia menilai penguatan pembukuan, penyusunan studi kelayakan, serta peningkatan kesiapan bisnis menjadi faktor penting agar UMKM lebih mudah memperoleh pembiayaan maupun investasi.

Sementara itu, Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin mengapresiasi dukungan Kementerian UMKM melalui Bursa Wirausaha Unggulan. Menurutnya, program tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan mitra dan dukungan dalam mengembangkan bisnis.

Muryanto menegaskan USU siap mengambil peran sebagai bagian dari ekosistem pengembangan UMKM melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan pelaku kewirausahaan.

Editor : Huda

redaksi

Recent Posts

Wamen UMKM Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Cetak Wirausaha Baru

TrenBisnis.co, SEMARANG — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong kolaborasi lintas sektor untuk…

39 menit ago

Triumph Speed Twin 1200 TFC Meluncur di Indonesia, Harga Rp999 Juta

TrenBisnis.co, JAKARTA — Triumph Motorcycles Indonesia memperkenalkan Speed Twin 1200 TFC, motor modern classic edisi…

47 menit ago

JAMNAS 3 XCI di Yogyakarta Jadi Panggung Keberagaman Budaya Indonesia

TrenBisnis.co, YOGYAKARTA — Jambore Nasional (JAMNAS) X-Trail Club Indonesia (XCI) ke-3 tidak hanya menjadi ajang…

4 jam ago

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Buka Akses Bisnis F&B Indonesia ke Pasar Global

TrenBisnis.co, JAKARTA — Pameran business-to-business (B2B) sektor makanan dan minuman, SIAL Food & Drinks Indonesia…

14 jam ago

Rumah123 Gelar PropVaganza di Bekasi, Rumah Rp500 Juta-Rp1 Miliar Paling Dicari

TrenBisnis.co, BEKASI — Segmen rumah tapak dengan harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar menjadi pilihan…

15 jam ago

INACRAFT October Vol. 5 Bidik Transaksi Rp100 Miliar

TrenBisnis.co, JAKARTA - Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) kembali menggelar INACRAFT October Vol.…

19 jam ago