TrenBisnis.co, JAKARTA — Bagi banyak keluarga, rencana masa depan kerap berawal dari sebuah janji sederhana. Orang tua ingin memastikan anaknya tumbuh dan meraih cita-cita, pasangan ingin terus mendampingi satu sama lain, sementara setiap individu berupaya menjaga kesehatan agar tetap dapat hadir untuk orang-orang yang dicintai.
Berangkat dari cerita tersebut, Prudential meluncurkan kampanye regional “Janji, jadi nyata” di delapan pasar Asia, termasuk Indonesia. Kampanye ini mengangkat kisah-kisah kehidupan sehari-hari untuk menunjukkan bagaimana sebuah janji kepada keluarga dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata.
Di Indonesia, kampanye tersebut dihadirkan oleh Prudential Indonesia dan Prudential Syariah melalui situs, media sosial, serta berbagai kegiatan di sejumlah kota. Pesan yang diangkat tidak semata mengenai produk perlindungan, tetapi lebih dekat pada bagaimana masyarakat mempersiapkan masa depan dan menjaga keluarga menghadapi berbagai kemungkinan dalam kehidupan.
Salah satu cerita yang diangkat menggambarkan hubungan seorang anak dengan ibunya. Seiring bertambah dewasa, sang anak mulai memahami bahwa berbagai hal yang dilakukan ibunya selama ini merupakan bentuk cinta sekaligus upaya mempersiapkan masa depannya.
Ketika dewasa, ia kemudian ingin melakukan hal serupa untuk sang ibu. Kisah tersebut menggambarkan bagaimana sebuah janji dalam keluarga sering kali tidak disampaikan melalui kata-kata, melainkan melalui tindakan yang dilakukan dari waktu ke waktu.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen mengatakan, kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya Prudential untuk memahami kebutuhan masyarakat dalam mempersiapkan masa depan.
“Di balik setiap keputusan untuk memiliki perlindungan, ada janji kepada diri sendiri dan orang-orang yang kita cintai,” ujar Karin.
Menurut dia, perlindungan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan dan kondisi finansial, tetapi juga dengan rencana dan masa depan yang ingin diwujudkan bersama keluarga.
Kisah Nasabah yang Menghadapi Risiko Kesehatan
Salah satu cerita nyata dalam kampanye tersebut datang dari Judith T., 44 tahun, nasabah Prudential Indonesia asal Jakarta.
Judith sebelumnya pernah memiliki polis Prudential, tetapi sempat menghentikan kepesertaannya. Seiring waktu, ia kembali menyadari bahwa kondisi kesehatan merupakan sesuatu yang sulit diprediksi.
Pada awal 2024, Judith memutuskan kembali menjadi nasabah. Meski mengalami beberapa kali penyesuaian premi, ia memilih mempertahankan perlindungannya karena menganggap proteksi kesehatan sebagai bagian dari persiapan masa depan.
Keputusan tersebut kemudian terasa semakin berarti ketika Judith didiagnosis kanker pada akhir 2025. Perlindungan yang dimilikinya membantunya menjalani proses perawatan di tengah kondisi yang tidak mudah.
“Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan kesehatan kita. Ketika akhirnya saya membutuhkan perlindungan ini, saya benar-benar merasakan manfaatnya dan merasa sangat terbantu,” kata Judith.
Pengalaman tersebut membuat Judith semakin melihat pentingnya mempersiapkan perlindungan sejak awal, bukan hanya untuk menghadapi kemungkinan risiko, tetapi juga agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan tetap mendampingi keluarga.
Perlindungan sebagai Bentuk Kepedulian
Sementara itu, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti mengatakan, konsep perlindungan dalam prinsip syariah juga berkaitan dengan kepedulian dan semangat saling membantu.
Menurut Vivin, perlindungan dapat menjadi bentuk ikhtiar untuk menjaga diri dan keluarga sekaligus menerapkan semangat ta’awun atau tolong-menolong antarpeserta.
“Melalui ‘Janji, jadi nyata’, kami ingin menunjukkan bahwa komitmen tersebut diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dengan memberikan perlindungan dan manfaat ketika dibutuhkan,” ujarnya.
Komitmen tersebut tercermin dari pembayaran klaim dan manfaat yang dilakukan perusahaan. Sepanjang 2025, Prudential Indonesia mencatat pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp16 triliun kepada 332.122 penerima manfaat. Sementara itu, Prudential Syariah menyalurkan Rp2,2 triliun klaim kepada 68.922 penerima manfaat.
Memasuki kuartal I/2026, Prudential Indonesia membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp4,4 triliun kepada 161.194 penerima manfaat. Adapun Prudential Syariah menyalurkan Rp529 miliar kepada lebih dari 21.000 penerima manfaat.
Kampanye “Janji, jadi nyata” pada akhirnya membawa isu perlindungan ke dalam konteks yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebab, bagi banyak orang, mempersiapkan masa depan bukan sekadar persoalan finansial, melainkan bagian dari upaya untuk tetap hadir bagi keluarga dalam berbagai fase kehidupan.
Editor : Huda

















