TrenBisnis.co, JAKARTA — Kia melalui Kia Sales Indonesia mempertegas komitmennya di pasar domestik dengan memperkuat integrasi dalam jaringan industri global sekaligus memperluas portofolio produk sepanjang 2026.
Langkah ini dilakukan melalui percepatan produksi lokal, transisi manufaktur, serta penguatan konektivitas dengan ekosistem global perusahaan.
Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan fleksibilitas dalam merespons dinamika pasar otomotif nasional.
VP Operations Kia Sales Indonesia Harry Yanto mengatakan Indonesia kini memegang peran yang semakin strategis dalam jaringan global Kia.
Menurutnya, penguatan produksi lokal tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas, tetapi juga membangun struktur industri yang lebih adaptif.
“Fokus kami adalah menghadirkan sistem yang lebih efisien dan fleksibel agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan pasar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).
Dari sisi produk, Kia melakukan penyesuaian harga serta ekspansi model untuk memperluas jangkauan konsumen. Model seperti Sonet kini dibanderol mulai Rp263 juta hingga Rp313 juta, sedangkan Carens dipasarkan mulai Rp299 juta hingga Rp379 juta.
Sepanjang tahun ini, Kia menghadirkan sejumlah model baru, mulai dari MPV hingga kendaraan listrik, di antaranya adalah Carens terbaru, Seltos generasi terbaru, hingga PV5 berbasis battery electric vehicle (BEV). Lini produk tersebut melengkapi model yang sudah lebih dulu hadir seperti Carnival dan EV9.
Selain itu, Kia juga menyiapkan pengembangan kendaraan listrik berbasis produksi lokal, termasuk MPV elektrifikasi yang direncanakan diproduksi di Indonesia dalam jangka menengah.
Ekspansi produk ini turut diperkuat melalui partisipasi dalam berbagai pameran otomotif nasional seperti Indonesia International Motor Show (IIMS) dan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), guna memperluas interaksi dengan konsumen.
Di sisi distribusi, Kia memperluas jaringan dealer secara bertahap sejak kuartal II/2026 untuk meningkatkan jangkauan layanan di berbagai wilayah. Langkah ini sejalan dengan target peningkatan volume penjualan hingga 2030.
Untuk memperkuat layanan purna jual, Kia juga meningkatkan integrasi operasional bersama Hyundai Motor Group. Sinergi ini mencakup optimalisasi logistik suku cadang hingga penguatan fasilitas layanan.
Selain itu, perusahaan menawarkan berbagai program bagi konsumen, antara lain pengembalian selisih harga (MSRP gap refund), layanan gratis selama empat tahun, serta garansi hingga tujuh tahun atau 200.000 kilometer.
Kia menilai penguatan rantai pasok, distribusi, serta layanan purna jual menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri otomotif yang terintegrasi di Indonesia.
Editor : Huda

















